Lim Corporation Menjual Plastik UV Warna Biru

Lim Corporation melayani pesanan plastik uv warna, misal warna biru. Plastik uv digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk greenhouse, kemasan makanan (food grade), atau untuk pengganti terpal plastik. Harga plastik uv warna lebih mahal sedikit daripada plastik uv bening. Kandungan uv antara 5% -14% atau seseuai permintaan.

Untitled.jpg Plastik UV Biru 2a

 

Kami menjual dan melayani kebutuhan plastik uv untuk berbagai kebutuhan, min order 500 kg per ukuran. Kami bisa melayani pemesanan plastik uv baik bening maupun yang warna. Ukuran plastik uv tergantung permintaan, maksimal lebar 350cm, berat per roll 50kg – 70kg. Lama pemesanan plastik uv adalah sekitar 2-3 minggu, tergantung kondisi pabrik.

Pastikan kebutuhan plastik uv Anda pada kami, karena kami sudah berpengalaman selama 3 tahun dalam melayani konsumen di seluruh wilayah Indonesia. Transaksi Anda dijamin AMAN di sini, kami berkomitmen bisa bekerja sama untung jangka waktu panjang, bukan demi keuntungan sesaat.

Untuk info harga plastik uv dan info cara pemesanan plastik uv silahkan hubungi kami:
– SMS / Call : 0852 3392 5564 / 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950
– Phone : 031-8918875
– Email: limcorporation2007@gmail.com

Baca juga Plastik sungkup, Plastik bening, naungan tanaman 

Advertisements

Mengetahui Lebih Dalam Plastik UV (UltraViolet)

Plastik UV (ultra violet) adalah plastik yg dilapis bahan kimia spesifik, jadi bakalan menahan cahaya ultraviolet yg terlalu berlebih tidak dengan mengacaukan tanaman. Buat kepentingan kelompok plastik yg umum diperdagangkan di negri kita adalah kelompok plastik UV 6%, 8%, 12% & 14%, berbarengan ketebalan sekitar 150-200 micron.

Angka-angka prosen (%) itu bermakna memerlihatkan jumlahnya kandungan bahan kima yg ada, semakin banyak bahan kima ada, semakin agung juga kemampuan plastik UV utk menahan cahaya. Di sekitar greenhouse baiknya diaplikasikan dinding pengaman. Dinding pengaman ini bermanfaat membuat perlindungan tanaman dari bermacam macam kesukaran yg datangnya dari luar, yg sifatnya akan merugikan perkembangan tanaman. Contonya, menghindar masuknya serangga. Dinding pengaman ini yg umum diperlukan adalah semacam screen, insect screen, jaring polynet, paranet (shading net), jadi nantinya.

Greenhouse (Tempat tinggal Tanaman)
Sesaat kita membahas sehubungan greenhouse, mungkin saja saja ada sebahagian pembaca masih tetap belom memahami, apa sich greenhouse itu? Greenhouse yakni yaitu satubuah bangunan dengan kata lain tempat tinggal yg didesain sebegitu rupa buat menaungi tanaman dgn memakai atap kaca atau plastik transparan supaya mampu memberikan sinar matahari yg maksimal, begitu banyak dan yg menyebutkan screenhouse.

Greenhouse biasanya di bangun pada ketinggian 500-1500 Mtr. dpl, meskipun pada ketinggian dibawah 500 Mtr. dpl masih tetap mampu, namun biasanya kurang maksimal produksinya, misalnya dalam penyiramanperpemberian nutrisi akan semakin banyak volumenya di banding berbarengan dataran tinggi, ini dikarenakan intensitas penyinaran & suhu didataran rendah semakin begitu banyak di banding dgn dataran tinggi, jadi evapotranspirasipun tinggi.

Atap serta sebahagian dinding greenhouse rata rata ditutup berbarengan Plastik UV 12-14%, kandel 200 micron. (UV Plastic Follies)
Sebahagian dinding ditutup dgn insectscreen.

Greenhouse dapat diterapkan buat pertanian serta perikanan, misalnya utk :
1. Pembibitan tanaman
2. Produksi sayuran buah serta daun
3. Tanaman hias, seperti bunga
4. Perikananperaquaticplant.

Baca Juga Green House Itu Rumah Untuk Tanaman Kita

Tanaman Hias Memiliki Banyak Manfaat Untuk Kesehatan

 

Tanaman hias merupakan jenis tanaman yang digunakan untuk keindahan tempat, tanaman hias dipilih dari berbagai macam tanaman yang bertujuan untuk keindahan guna menciptakan suasana nyaman. Untuk pemilihan tanaman hias dapat bermacam-macam jenisnya namun biasanya jenis tanaman dengan bunga yang indah merupakan jenis paling umum yang banyak dipilih oleh masyarakat.

jenis-tanaman-hias.jpg

Selain digunakan untuk memperindah suatu tempat, ternyata tanaman hias juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Tanaman hias dapat meningkatkan kualitas udara sehingga akan memberikan nilai tambah bagi orang yang ada disekitarnya.

Tanaman hias mampu mengurangi polusi udara dalam sebuah ruangan, memberikan kesejukan serta dapat dijadikan tempat bersantai untuk memenangkan pikiran. Berikut ini adalah beberapa manfaat tanaman hias untuk kesehatan.

Manfaat tanaman hias dapat mengurangi debu

Tanaman hias yang ditempatkan disebuah ruangan dapat meningkatkan kelembapan suhu disekitarnya sehingga dapat mengurangi debu. Kelembapan yang diberikan menyebabkan debu berkurang yang memungkinkan kita terhindar dari beberapa penyakit terkait pernapasan dan udara dingin.

Tanaman hias dapat menghilangkan kantuk

Seperti yang kita ketahui bahwa tubuh manusia membutuhkan oksigen, karbondioksida yang berlebih pada suatu ruangan dapat menyebabkan anda merasakan kantuk. Selama proses fotosintesis sebuah tanaman membutuhkan atau menyerap karbondioksida dan melepaskan oksigen, oksigen merupakan suatu zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhan sel dalam aktifitasnya.

Menghilangkan stress

Setiap keindahan terutama warna dapat memberikan efek psikis, warna hijau dari tanaman akan membuat pikiran kita lebih segar dan membuat anda terbebas dari rasa stress.

Menyembuhkan sakit kepala

Kandungan karbondioksida yang tinggi pada suatu ruangan dapat menyebabkan sakit kepala. Pada siang hari, tanaman memproduksi menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi oksigen. Dengan adanya tanaman dalam sebuah ruangan akan dapat memberikan kesejukan dan kesegaran karena pada siang hari tanaman melepaskan karbondioksida yang dibutuhkan oleh tubuh.

Meredakan hidung mampet

Jenis tanaman eucalyptus, dapat bermanfaat dalam menghilangkan dahak dan melegakan sistem pernapasan. Dapat membuat tenggorokan bersih sehingga proses pernapasan menjadi lega. Tanaman ini juga bermanfaat untuk melegakan hidung yang sedang mampet karena flu, tanaman ini memiliki khasiat sebagai antiseptik alami. Anda dapat menghisap aroma dari eucalyptus (jangan dimakan), untuk melegakan hidung mampet.

Manfaat tanaman hias untuk melembabkan kulit

Tanaman dapat dijadikan filter alami udara sehingga akan meningkatkan kelembapan udara disebuah ruangan. Sehingga hal ini akan bermanfaat dalam menjaga kelembapan kulit kita.

Memberikan aroma terapi pada ruangan

Bunga-bunga dari tanaman biasanya memberikan warna khas harum sehingga ini akan memberikan relaksasi pada orang yang ada disekitarnya. Membuat tubuh lebih segar dan terbebas dari rasa stress.

Pemilihan tanaman tertentu yang merupakan tanaman apotik hidup akan memberikan manfaat bagi kesehatan, selain sebagai tanaman hias tanaman ini dapat anda extrak untuk diambil manfaatnya.

Sebagai contoh tanaman hias lidah buaya. Lidah merupakan jenis tanaman yang memiliki khasiat obat sehingga selain dapat digunakan sebagai tanaman hias, lidah buaya dapat diambil manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikan.

gambar-tanaman-lidah-buaya.jpg

Tanaman lidah buaya dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat, anda dapat memanfaatkan getah atau lendir dari tanaman lidah buaya dan mengoleskannya pada bagian tubuh yang terkena jerawat.

Lidah buaya untuk menghilangkan flek hitam dengan memanfaatkan lendir dari lidah buaya dan menerapkannya ke wajah sekitar kurang lebih 30 menit lalu mencucinya hingga bersih. Lidah buaya juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan bulu mata, menuburkan alis, digunakan untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala , menjaga kesehatan kulit.

Untuk bidang kesehatan lidah buaya juga bermanfaat dalam menurunkan kadar gula dalam darah sehingga dapat digunakan sebagai obat alami dalam memerangi diabetes, digunakan untuk mengobati luka, mengobati wasir serta melancarkan saluran pencernaan.

Pada saat membangun green house dibutuhkan plastik UV (ultra violet) untuk atap green house. Jika Anda membutuhkan plastik UV green house silahkan hubungi kami sms/call: 0877.0282.1277 – 0852.3392.5564. Info selengkapnya tentang plastik uv green house klik disini.

Budidaya Tanaman Hias Bunga Mawar

Mawar merupakan tanaman hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal nama bunga rose atau Ratu Bunga merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Bunga ini juga sering digunakan oleh para remaja untuk diberikan pada kekasih sebagai tanda cintanya. Bunga ini banyak ditanam dihalaman rumah. Bunga yang berwarna merah yang menghiasi rumah menjadi lebih indah ini mudah untuk ditanam.

cara-menanam-bunga-mawar-dalam-pot.jpg

Cara Budidaya Tanaman Hias
BUDIDAYA TANAMAN HIAS
Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium, memiliki variasi warna bunga cukup banyak, mulai putih sampai merah padam dan tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m2 /tahun.

SYARAT TUMBUH

1. Iklim

a . Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar.
b. Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore, yang menyebabkan pengeringan tanaman.
c. Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %.

2. Media Tanam

> Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %), subur, gembur, banyak bahan organik, aerasi dan drainase baik.
> Pada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.
> Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0. Pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur Dolomit, Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar.
Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah, menambah unsur-unsur Ca dan Mg, memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al, serta menambah ketersediaan unsurunsur P dan Mo. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.

Pembibitan

1. Persyaratan Bibit
Supaya biji tumbuh dengan baik, pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam, yang mengapung dibuang).

2. Penyiapan Benih
Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji:
a) Pemilihan buah
– Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.
– Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon.

3. Teknik Penyemaian Benih
a) Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai.
b) Pilih biji-biji mawar yang baik, yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air
c) Cuci biji mawar dengan air bersih.
d) Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian.
e) Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 5- 10 cm. Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai.

4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
a) Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari.
b) Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1).

5. Pemindahan Bibit
Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen).

Cara Budidaya Tanaman Hias

Pengolahan Media Tanam
Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun, taman dan dalam pot. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag.
Persiapan:
a. Penyiapan lahan kebun/taman
– Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur, subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka).
– Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil.
b. Penyiapan media dalam pot
– Siapakan media tanam berupa tanah subur, pupuk organik (pupuk kandang, kompos, Super TW Plus) dan pasir. Komposisi media campuran tanah, pupuk kandang, kompos dan pasir, 1:1:1. Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1.
– Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar. Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat.
– Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru.
c. Pengisian media tanam ke dalam pot
– Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.
– Basahi pot dengan air hingga cukup basah.
– Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot, lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat.
– Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting.
– Isikan media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur. Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0,5- 1,0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar.
d. Pembukaan Lahan
a)Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur.
b) Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15–30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.
e. Pembentukan Bedengan
Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm, dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris, maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan, misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya.
f. Pemupukan
Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau Super TW Plus 4-5 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman.

Teknik Penanaman
a. Penentuan Pola Tanam
Buat lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm, tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya.
b. Pembuatan Lubang Tanam
Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Ukuran lubang 45×45×45 cm. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang, kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam, maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam, cukup 45–55 cm.

Pada saat membuat lubang, tanah di permukaan (top soil), sub-soil dikumpulkan terpisah, karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput, harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh, untuk digunakan sebagai pupuk, dengan memasukkannya ke dalam lubang. Lempengan rumput diletakkan terbalik. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos, pupuk hijau, pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai tepung tulang) 20%. Jumlah super fosfat 1,5-2 kg per 10 m2 tanah, tepung tulang 1,5-3 kg per 10 m2. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan.

Cara Budidaya Tanaman Hias

Cara Penanaman
Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah), dan bibit yang berasal dari polybag.

Cara penanaman bibit mawar cabutan :
a. Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan.
b. Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya, sisakan 20–25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek).
c. Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril.
d. Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1–2 cc/liter selama 15–30 menit.
e. Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.
f. Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah.
g. Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah.
h. Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.

Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya.

Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut:
a. Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah.
b. Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Bila polybag berukuran besar, maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut.
c. Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam, kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan
d. Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu.

Pemeliharaan Tanaman
a. Penyiangan
Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma), dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul.
b. Pemupukan
Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5, bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5. Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas: 90–135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan 200– 300 kg Urea ditambah 840 kg TSP ditambah 250 kg KCL/ha/tahun. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro), tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7–15 hari setelah tanam.

Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3–4 bulan sekali, tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 ditambah Kalium 400 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg ditambah KCL 800 kg/ha/tahun. Tiap kali pemupukan diberikan 1/4 – 1/3 dosis pupuk 337,5–450 kg Urea ditambah 525–700 kg TSP ditambah 100–133 kg KCl per hektar. Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga, sedang berbunga, dan setelah kuntum bunga layu. Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman, kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah.
c. Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dan penyiraman dilakukan:
– Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media).
– Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari, saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi.
– Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor).

Panen
1. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga
Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Untuk tujuan bunga tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh.
Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi). Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari.
2. Cara Pemetikan Bunga
Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam, bersih dan steril.
3. Periode Panen
Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun.

Pasca Panen

1. Pengumpulan
1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar:
a)Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih. Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air.
b) Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya.
2) Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur:

Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik, tampah/ember berisi air bersih).

2. Penyortiran dan Penggolongan
1)Sortir bunga yang rusak, layu dan busuk pisahkan secara tersendiri.
2) Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis, ukuran bunga, panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai bunga dipisahkan ke dalam dua grade. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm, grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm.

3. Penyimpanan
1)Untuk bunga potong mawar, simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %.
2) Untuk bunga mawar tabur, simpan di tempat/ruangan teduh, dingin, lembab, dan sirkulasi udara baik.

4. Pengemasan dan Pengangkutan
1) Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatan-ikatan. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga.
2) Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik.
3) Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar.
4) Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air, terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh.
5) Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab.

5. Pengemasan
Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh, baik, bersih dan kering serta berventilasi. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet.

Green House Itu Rumah Untuk Tanaman Kita

Green House 9 Greenhouse 3

Green House Itu Rumah Untuk Tanaman Kita – tentu saja ini adalah gambaran atau bahasa sederhana saja untuk menggambarkan bagaimana kita membudidayakan tanaman dengan cara yang terbaik. Melalui green house (baca: rumah untuk tanaman) ini kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk tanaman kita, mulai dari pembibitan, perawatan, perlindungan dan pada saat melakukan panen.

Bahasa tersebut tidaklah berlebihan. Sebab dengan perlindungan yang baik melalui rumah yang kita berikan pada tanaman kita, maka pada dasarnya kita telah memberikan investasi yang jauh lebih baik dari tanaman yang akan kita hasilkan. Memang sudah begitu filosofisnya. Saat kita merawat dan menjaga sesuatu dengan baik, maka pada saat berikutnya dia akan merawat dan menjaga kita dengan jauh lebih baik. Ini bukan lagi teori, akan tetapi sudah hukum alam, sudah sunatullah.

Begitu juga dengan tanaman kita. Saat kita hadirkan rumah yang sesuai untuk tanaman kita, maka banyak hal baik kita dapatkan. Hal paling utama adalah perlindungan, dimana dengan green house (baca: rumah tanaman) akan memberikan perlindungan dengan memberikan pengaturan suhu yang sesuai, persebaran energy yang merata dari panas yang menmbus rumah tanaman, dan juga perlindungan dari segala hama, serangga dan juga kupu-kupu yang bisa menelurkan ulat dan memakan daun tanaman kita.

Karena itu sebetulnya dengan keberadaan rumah tanaman ini akan semakin mempermudah kita memberikan perawatan dan perlindungan terbaik pada tanaman. Berikut dirangkum hal-hal positif perlindungan yang didapatkan oleh tanaman yang ditanam di dalam rumah tanaman.

* Pada saat membangun green house dibutuhkan plastik UV (ultra violet) untuk atap green house. Jika Anda membutuhkan plastik UV green house silahkan hubungi kami sms/call: 0877.0282.1277 – 0852.3392.5564. Info selengkapnya tentang plastik uv green house klik disini.

Perlindungan pertama yang didapatkan oleh tanaman kita di dalam green house adalah perlindungan dari cuaca dan suhu yang berubah-ubah. Dengan ditutup rumah, maka perlindungan tersebut seperti sangat dinginnya hujan atau sangat panasnya terik matahari. Perubahan itu diubah oleh rumah tanaman yang tembus matahari dengan memberikan kehangatan di dalam rumah tanaman. Hal ini sangat membantu persebaran energy yang merata untuk fotosintesis atau pemasakan yang dilkukan tanaman.

Perlindungan kedua adalah terlindunginya tanaman dari potensi hama, serangga dan juga berbagai hewan yang mengganggu, atau juga kupu-kupu yang dapat menelurkan ulat-ulat di daun tanaman. Telur kupu-kupu tersebut berubah menjadi ulat dan dapat dengan cepat menghabiskan daun tanaman dalam tempo yang singkat. Lebih aman dari serangga, ulat, ataupun segala pengganggu tanaman tersebut membuat kualitas tanaman akan juah lebih baik.

Perlindungan Ketiga, tanaman tidak lagi membutuhkan pestisida. Ini adalah kondisi paling aman dari proses bercocok tanam. Rumah tanaman memungkinkan serangan hama sangat kecil, sehingga kita tidak harus menggunakan pestisida. Hal ini juga sangat baik tidak hanya untuk tanaman, akan tetapi juga tubuh kita. Jadi rumah tanaman atau green house ini pada dasarnya tidak hanya melindungi tanaman, akan tetapi juga melindungi tubuh kita. Karena itu, rumah tanaman ini merupakan cara untuk memberikan perlindungan dan pertumbuhan yang mendekati optimum bagi tanaman.

Itulah diantara manfaat green house sebagai rumah untuk tanaman. Sebagaimana makna filosofisnya, rumah memang tempat paling nyaman dan indah sebagai perlindungan hidup. Begitupun dengan tanaman kita. Dengan adanya rumah atau green house ini, maka segala aspek pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat kita pantau dengan sangat baik. Oleh sebab itu memang sudah saatnya kita membangun green house untuk rumah bagi tanaman kita.

Berbagai Macam Jenis Bangunan Greenhouse

Greenhouse 3

Bangunan untuk produksi tanaman umum disebut greenhouse atau rumah kaca atau rumah tanaman istilah terakhir muncul sejak pembangunan greenhouse tidak lagi menggunakan kaca, tetapi juga plastik dan fiberglass dengan alasan teknis maupun ekonomi. Rumah kaca umumnya dibangun di wilayah subtropis dan wilayah dengan empat musim. Bangunan ini diperlukan agar kegiatan bercocok tanam dapat dilakukan ketika temperatur cuaca mematikan bagi tanaman pertanian. Dengan rumah kaca, tanaman yang di dalamnya terlindungi dari temperatur lingkungan serta mendapatkan temperatur yang cukup untuk pertumbuhannya. Hal ini di karenakan cahaya matahari masih dapat menembus atap dan dinding rumah kaca, sedangkan panas yang dihasilkan dari elemen-elemen di dalam rumah kaca sulit ke luar dan terperangkap di dalam sehingga temperatur di dalam rumah kaca menumpuk dan mengimbangi temperatur dingin di luar sehingga memungkinkan bagi tanaman untuk hidup.
Tetapi, efek rumah kaca tidak dapat diterapkan di wilayah tropis karena temperatur yang meningkat akan mematikan tanaman yang didalamnya, mengingat bahwa temperatur lingkungan di wilayah tropis sudah cukup untuk pertumbuhan tanaman. Greenhouse yang dibangun di wilayah tropis umumnya tidak melindungi tanaman dari temperatur udara luar. Hal ini karena konstruksi tembok yang tidak kedap udara dan atap yang berventilasi, memungkinkan udara panas naik dan keluar dari greenhouse.Tetapi greenhouse ini mampu melindungi tanaman dari hujan dan serangan hama.
Bangunan untuk penyimpanan hasil pertanian
Penyimpanan bahan hasil pertanian telah dilakukan oleh manusia sejak 8000 tahun sebelum masehi pada saat manusia mulai menanam, sedangkan penyimpanan bahan pangan sudah dimulai sejak manusia melakukan budaya berburu dan mengumpulkan makanan untuk mencegah kelaparan ketika musim yang tidak diinginkan datang. Produk hasil pertanian secara luas, baik berupa hasil pertanian, perikanan, peternakan, maupun kehutanan memerlukan fasilitas penyimpanan sebelum diproses atau sebelum dijual. Maksud daya simpan dengan cara fisik yaitu buat mempertahankan kualitas dan mencegah kerusakan produk. Penyimpanan diperlukan karena berkaitan dengan tujuan pemasaran, yaitu menunggu hingga harga pasar baik untuk menjual hasil pertanian.

Jenis-jenis bangunan penyimpanan hasil pertanian :
Rumah pengepakan
Bangunan penyimpanan hasil pertanian dalam karung (gudang)
Bangunan penyimpanan hasil pertanian dalam bentuk curah (silo)
Bangunan penyimpanan kayu
Rumah beku untuk penyimpanan buah-buahan dan sayuran serta hasil peternakan
Gudang adalah suatu bangunan penyimpanan yang memiliki bagian-bagian konstruksi yang terdiri dari atap (penutup), dinding, dan lantai, membentuk suatu ruangan perlindungan yang cukup luas untuk menempatkan atau menyimpan berbagai macam barang atau komoditas. Definisi ini membedakan fasilitas penyimpanan yang lain seperti lumbung, peti, kotak, atau perlengkapan pengemasan lainnya. Gudang secara konstruksi tidak banyak berbeda dengan gedung yang bersifat statis dan memerlukan pondasi untuk memantapkan dan menstabilkan posisi dan kedudukan bangunan tersebut.
Penyimpanan hasil tanaman berupa biji-bijian dapat dilakukan secara curah atau karung. Bangunan penyimpan biji-bijian curah umumnya berbentuk lumbung atau silo berupa silinder tegak. Di Indonesia, yang saat ini digunakan adalah lumbung yang berbentuk rumah panggung persegi. Pada penyimpanan dengan sistem karung, biji-bijian dimasukan ke dalam karung dan disimpan di gudang secara berumpuk-tumpuk.
Sedangkan penyimpanan buah-buahan, sayur-sayuran, hasil ternak, dan hasil pertanian lainnya yang langsung membusuk akibat serangan mikroba dan jamur, umumnya disimpan di ruangan berpendingin.
Bangunan untuk penyimpanan bahan, alat, dan mesin budidaya pertanian
Jenis bangunan ini sangat penting dalam usaha tani skala besar dan komersial. Kondisi yang harus dipenuhi dalam konstruksi bangunan pertanian jenis ini adalah faktor keselamatan dan kesehatan kerja, mengingat bahwa bangunan ini berguna untuk menyimpan bahan-bahan yang diperlukan dalam kegiatan budidaya pertanian seperti benih, bahan-bahan kimia seperti pupuk, pestisida, dan bahan bakar serta alat dan mesin pertanian seperti traktor. Sebaiknya bangunan ini di lengkapi dengan fasilitas keselamatan seperti pemadam kebakaran pula pintu darurat. Konstruksi bangunan pun sebaiknya tahan api dan tidak mudah runtuh dalam kondisi apapun. Kepentingan fasilitas yang lain disesuaikan, misalnya untuk bangunan penyimpanan traktor dan implemennya, diperlukan pintu yang besar.
Bangunan pertanian yang lain
Dalam usaha tani komersial, biasanya ada banyak jenis bangunan pertanian karena banyaknya kebutuhan, misalnya infrastruktur jalan menuju ladang atau kandang, pagar, bendungan, dan sebagainya.

Empat Keuntungan Green House Menurut Joko Widodo

Plastik UV Greenhouse 6a

Empat Keuntungan Green House Menurut Joko Widodo ini merupakan pernyataan Joko Widodo saat masih menjadi gubernur DKI Jakarta pada Januari 2014. Saat itu Joko Widodo membangun green house khusus yang diperuntukkan bagi penghuni Rusunawa Maruda. Melalui green house tersebut penghuni rusun diberikan pekerjaan bertani di wilayah perkotaan. Dengan demikian penghuni rusun tidak hanya mendapatkan rumah setelah dipindahkan dari bantaran.

Green House Jokowi

Keuntungan Green House Menurut Jokowi
1. Hasil Dijual ke Pasar Tradisional, Banyak Juga Pembeli yang Datang Langsung
Green house Marunda yang diinisiasi oleh Joko Widodo pada awal tahun 2014 adalah kerjasama dengan para petani Hidroponik Marunda Hijau. Tanaman yang ditanam yaitu tanaman hidroponik seperti sawi-sawian, cabai, kol, selada, dan kalian. Setelah satu bulan, green house tersebut ternyata sudah dapat dipanen. Pemanenan dapat dilakukan setiap hari. Pada panen pertama dijual ke pasar tradisional, kelompok petani tersebut mendapatkan uang Rp.500.000. Padahal petani dapat memanennya setiap hari setelah satu bulan tersebut.

Akan tetapi ada hal yang lebih menarik, yakni banyak pembeli yang dating langsung ke lokasi green house untuk membeli sayur. Hal ini dikarenakan tidak hanya karena banyak warga ingin membeli langsung lebih murah ke petani, akan tetapi mereka juga ingin memastikan bahwa sayur yang dibeli adalah hasil tanaman green house. Sebab dengan greenhouse tanaman tidak lagi membutuhkan pestisida untuk membunuh ulat, dikarenakan dalam green house tanaman lebih aman dari potensi hadirnya kupu-kupu yang meneluarkan perkembangbiakan ulat. Dengan demikian hasil tanaman green house lebih sehat.

Kami melayani pemesanan plastik UV gren house, tersedia kandungan UV 6% dan 14%. Info lebih lanjut silahkan sms/call: 0852.3392.5564 – 0877.0282.1277 – 08123.258.4950.

2. Setiap Petani Rusun Marunda Untung 2,4 Juta dalam 1 Bulan
Dengan lahan terbatas, penghuni dan kelompok tani hidroponik rusun Marunda telah melakukan panen setiap hari setelah satu bulan. Hasil dari pertaniannya dijual di pasar tradisional dan masyarakat sekitar yang dating sendiri ke kelompok tani hidroponik Marunda. Hasilnya juga cukup menggembirakan, yakni setiap petani mengantongi keuntungan 2,4 Juta dalam satu bulan.

Dengan lahan yang terbatas tersebut green house telah memberikan penghasilan yang baik kepada petani kota. Hal ini tentu akan berdampak lebih hebat jika pertanian green house semakin popular tidak hanya untuk lahan yang sempit. Dan tentu saja lahan yang lebih luas berada di wilayah pedesaan.

3. Negara Bisa Makmur
Green house memang lebih mahal di awal, karena membutuhkan biaya yang lebih pada proses membangunnya. Akan tetapi proses perawatan lebih cepat dengan masa panen yang lebih cepat. Hal ini dikarenakan di dalam green house dapat diukur sendiri suhu, kelembapan udara, kehangatan atau persebaran energy dan keamanannya dari segala potensi penyakit. Jika green house diterapkan dalam skala yang lebih luas, dimana tidak hanya masyarakat perkotaan saja yang lahannya relative lebih sempit, maka kemakmuran petani bukan hal yang mustahil. Greenhouse dengan teknolgi dan bibit unggul yang lebih terjaga menjadi alternative bertani masyarakat kota. Tentu ini juga sangat solutif diterapkan di pedesaan yang lahan pertaniannya telah terpetak-petakan sesuai dengan pemiliknya yang kian bertambah.

4. Tak lagi Perlu Lagi Impor Sayur dan Buah
Green house dalam sekala sederhana di perkotaan saja telah memberikan hasik yang meyakinkan pada kualitas dan kuantitas yang dihasilkan. Bagaimana jika pertanian green house kemudain menjadi treen pertanian di banyak wilayah hingga pedesaan? Tentu saja seluruh hasil pertanian akan meningkat. Dan ini sangat berdampak pada swasembada Negara pada keseluruhan produk pertanian.
Demikian Empat Keuntungan Green House yang pernah disampaikan Jokowi pada awal tahun 2014, diambil dari berbagai situs portal berita nasional.
Baca juga  Cara Membuat Green House Sederhana.

Plastik uv untuk kolam ikan (pengganti terpal)

PLASTIK UV adalah plastik yang di gunakan sebagai atap rumah tanaman (Greenhouse) di mana fungsi plastik tersebut adalah mengindarkan atau menjaga tanaman dari guyuran air hujan dan radiasi sinar matahari secara berlebihan. Plastik UV juga bisa digunakan sebagai kolam ikan. (pengganti terpal)
Plastik tersebut juga mempunyai daya tahan yang kuat terhadap perubahan cuaca seperti panas dan hujan, tidak mudah sobek atau pecah sehingga menghemat biaya renovasi rumah tanaman (greenhouse)..
Namun terkadang bagi pehobi tanaman yang masih pemula atau lahannya terbatas akan menemui kesulitan dalam pembelian plastik UV di karenakan adanya min Order yang cukup banyak dari para penjual.
Untuk memenuhi kebutuhan minimum para pehobi tanaman,

Kami melayani Plastik Uv GreenHouse untuk info pemesanan bisa hubungi kami call/sms di 087703463868 – 081230598686 – 081553451269/ 031-8830487

Baca juga Apa itu Ultraviolet???

Rumah Kaca Greenhouse

Rumah kaca atau green house pada prinsipnya adalah sebuah bangunan yang terdiri atau terbuat dari bahan kaca atau plastik yang sangat tebal dan menutup diseluruh pemukaan bangunan, baik atap maupun dindingnya. Didalamnya dilengkapi juga dengan peralatan pengatur temperature dan kelembaban udara serta distribusi air maupun pupuk. Bangunan ini tergolong bangunan yang sangat langka dan mahal, karena tidak semua tempat yang kita jumpai dapat ditemukan bangunan semacam ini. Green house biasanya hanya dimiliki oleh Perguruan Tinggi atau lembaga pendidikan, Balai Penelitian dan perusahaan yang bergerak dibidang bisnis perbenihan, bunga dan fresh market hortikultura. Namun di negara-negara pertanian yang sudah maju seperti USA, Australia, Jepang dan negara-negara Eropa sebagian besar tanaman hortikulturanya ditanam di rumah kaca. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan greenhouse di mancanegara sudah umum dilakukan. Bahkan mungkin sudah berpuluh tahun sebelum negara kita mengadopsi tekhnologi tersebut.
Rumah kaca/green house yang digunakan di Indonesia sebagian besar digunakan untuk penelitian percobaan budidaya, percobaan pemupukan, percobaan ketahanan tanaman terhadap hama maupun penyakit, percobaan kultur jaringan, percobaan persilangan atau pemuliaan, percobaan hidroponik dan percobaan penanaman tanaman diluar musim oleh para mahasiswa , para peneliti, para pengusaha dan praktisi disemua bidang pertanian.
Green House sebagai Sarana Penunjang Agribisnis Hortikultura sangat Mendukung Upaya Peningkatan Produksi dan Kontinyuitas Produk
Sebenarnya ide awal untuk pembuatan bangunan green house di Indonesia dilatarbelakangi oleh kegiatan penelitian yang dilakukan lembaga penelitian maupun dunia pendidikan. Kegiatan penelitian yang dimaksud disini adalah kegiatan mencari jawaban atau mencari solusi / jalan keluar atau pemecahan terhadap suatu kasus. Sebagai contoh, bila kita ingin mencari uji ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit tertentu. Adanya green house yang mampu menciptakan iklim yang bisa membuat tanaman mampu berproduksi tanpa kenal musim ini ternyata juga mampu menghindarkan dari serangan hama dan penyakit yang tidak diujikan. Selain itu dengan adanya green house penyebaran hama dan penyakit yang diujicoba dapat dicegah . Hal ini berbeda dengan percobaan yang dilakukan di luar green house dimana dalam waktu yang sangat singkat hama dan penyakit dapat cepat menyebar luas karena terbawa angin maupun serangga.
Secara umum green house dapat didefinisikan sebagai bangun kontruksi dengan atap tembus cahaya yang berfungsi memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat berkembang optimal.
Manipulasi lingkungan ini dilakukan dalam dua hal, yaitu menghindari kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki dan memunculkan kondisi lingkungan yang dikehendaki.
Kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki antara lain :
Ekses radiasi sinar matahari seperti sinar ultra violet dan sinar infra merah.
Suhu udara dan kelembaban yang tidak sesuai.
Kekurangan dan kelebihan curah hujan.
Gangguan hama dan penyakit.
Tiupan angin yang terlalu kuat sehingga dapat merobohkan tanaman.
Tiupan angin dan serangga yang menyebabkan kontaminasi penyerbukan.
Ekses polutan akibat polusi udara.

Sementara kondisi lingkungan yang dikehendaki antara lain :
Kondisi cuaca yang mendukung rentang waktu tanam lebih panjang.
Mikroklimat seperti suhu, kelembaban dan intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman.
Suplai air dan pupuk dapat dilakukan secara berkala dan terukur.
Sanitasi lingkungan sehingga tidak kondusif bagi hama dan penyakit.
Kondisi nyaman bagi terlaksananya aktivitas produksi dan pengawasan mutu.
Bersih dari ekses lingkungan seperti polutan dan minimnya residu pestisida
Hilangnya gangguan fisik baik oleh angin maupun hewan.

Baca juga Plastik UV Greenhouse