Cara Pengeringan Padi

Cara Pengeringan Gabah Padi

Pengeringan padi dilakukan dengan cara penjemuran yang menggunakan sinar matahari dan pengeringan juga dapat dilakukan dengan mesin pengering buatan (artificial dryer). Mesin pengering beragam jenis, namun pada umumnya digunakan jenis box dryer.Jika panen raya jatuh pada musim hujan dan tidak memiliki mesin pengering (dryer) sedangkan matahari tidak muncul, maka gabah basah dapat diselamatkan dengan garam dapur.

A. PENGERINGAN ALAMI

Pengeringan alami dengan menjemur atau mengangin-anginkan, dilakukan antara lain dengan : pengeringan di atas lantai (lamporan), pengeringan di atas rak, pengeringan dengan ikatan-ikatan ditumpuk, pengeringan dengan ikatan-ikatan yang diberdirikan, pengeringan diatas plastik Uv dengan tujuan agar sinar matahari yang masuk dapat dipantulkan sehingga proses pengeringan padi cepat kering .

Padi harus sering dibolak-balik secara merata minimal 2 jam sekali. Pengeringan padi dapat dilakukan selama + 1 – 3 hari tergantung dengan cuaca (mendung atau terik matahari). Penjemuran sebaiknya dilakukan di tempat yang bebas menerima sinar matahari, bebas banjir dan bebas dari gangguan unggas dan binatang pengganggu lainnya. Penjemuran sebaiknya dilakukan pada saat pukul 07.00 – 16.00 atau tergantung pada intensitas panas sinar matahari. Apabila penjemuran selesai dan gabah tidak akan segera dikemas serta disimpan dalam gudang, sebaiknya tumpukan gabah ditutup dengan plastik Uv atau seng agar terhindar dari embun maupun hujan

B. PENGERINGAN BUATAN

Pengeringan buatan merupakan alternatif cara pengeringan padi bila penjemuran dengan matahari tidak dapat dilakukan
pengeringan buatan dibagi dalam Bed Drying dan Continuous Drying yang umumnya dengan menggunakan tenaga mekanis. Jenis Pengering Buatan tersebut adalah :
1. Bed Drying

Pengering system “bed” yang popular di Indonesia adalah model “box” atau kotak yang dikenal juga sebagai FBD (Flat Bed Type Dryer). Kelemahannya adalah keterbatasan ketebalan lapisan gabah yang dikeringkan, masih membutuhkan banyak tenaga untuk mengisi serta mengeluarkan gabah.

2. Continuous Drying

Sistem pengeringan kontinyu (terus menerus), gabah padi terus mengalir selama proses pengeringan. Aliran gabah pada umumnya dengan memanfaatkan prinsip gravitasi. Gabah mengalir dengan cara cross and counter flow system dan pada waktu yang bersamaan bertemu dengan udara pengering.
Berbagai modifikasi alat pengering ini telah dibuat pada berbagai ukuran serta kapasitas, dilengkapi dengan berbagai peralatan / instrumen dan control (panel pengendali modern). Kelebihan/kelemahan pengeringan buatan adalah : Dapat diaplikasikan untuk lahan yang terbatas, mutu produk baik (seragam), kontinyuitas produksi terjamin, dapat dioperasikan siang dan malam, pemantauan dapat dilakukan sehingga kadar air akhir gabah dapat dikontrol, biaya investasi tinggi dan biaya operasi/energi tinggi.

*Simak Berikut Tehnik pembibitan kakao dengan cara generatif

Penggunaan Plastik UV dalam metode pengeringan suatu bahan seperti kopi, kakau, rosela, dll memberikan banyak keuntungan. Antara lain suhu panas yang dihasilkan relatif stabil, bahan yang dikeringkan tidak mudah mengalami kerusakan, dan bisa melindungi dari guyuran air hujan. Bisa digunakan sebagai atap maupun alas pada proses penjemuran. Info harga plastik uv silahkan hubungi kami pada hari dan jam kerja:
– SMS/Call: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
– Phone/fax: 031-8830487
– e-mail: limcorporation2009@gmail.com
http://www.uvplastik99.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s