Cara Tepat Budidaya Cabe Di Green House

gg

Greenhouse atau Rumah kaca merupakan sebuah bangunan yang digunakan untuk membudidayakan tanaman. Greenhouse dapat terbuat dari gelas atau plastik UV. Cabe yang di budidayakan di dalam greenhouse memiliki banyak keuntungan bagi petani karena tanaman cabe akan lebih tahan dari hama dan penyakit serta panen menjadi lebih cepat. Berikut merupakan cara tepat budidaya cabe di greenhouse.

*Baca Juga : Langkah Tepat Budidaya Bawang Merah Agar Hasil Lebih Optimal

Syarat tumbuh
Cabe bisa ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi. Iklim yang mempengaruhi pertumbuhan cabe yaitu curah hujan, angin, suhu, sinar matahari serta kelembaban. Tanah yang cocok untuk tanaman cabe yaitu tanah yang bertekstur gembur, remah, tidak terlalu liat, tidak terlalu poros serta kaya bahan organik.

                                                                  Persiapan LahanDSCN3109 (1)
Lahan digemburkan dahulu serta dibuatkan bedengan dengan jarak antar bedengan berkisar 60 cm dengan lebar 1 meter serta tinggi 30-40 cm serta Panjang bedengan di sesuaikan dengan lahan. Kemudian bedengan ditaburi pupuk kandang 200kg/hektar. Lalu buat saluran pembuangan air berlebih diantara bedengan supaya kelebihan air tidak mengendap di bedengan, karena dapat membuat akar membusuk. Buat green house dari bahan bambu sebagai kerangka dan plastik ultraviolet (UV) sebagai atapnya. Dengan menggunakan greenhouse, tanaman cabe dijamin terlindungi dibandingkan dengan cara konvensional. Penggunaan plastik UV juga mempengaruhi proses fotosintesis tanaman menjadi lebih efektif, melindungi tanaman dari hujan serta menjaga kestabilan suhu udara.
Lalu gunakan plastik mulsa untuk diselimutkan diatas bedengan, selanjutnya plastik mulsa dilubangi dengan jarak 10 cm antar tanaman dalam satu baris dan 20 cm antar baris. Plastik mulsa dapat dilubangi dengan memakai kaleng bekas berdiameter 10 cm yang sudah di panaskan. Dalam 1 bedengan dapat dibuat 3 baris memanjang.

Penyemaian
Sebelum cabe ditanam dalam greenhouse, benih cabe di semai dalam tray (wadah berbahan plastik untuk persemaian). 1 tray dapat menampung sekitar 100 benih cabe. Untuk hasil yang bagus, sebelumnya benih di rendam dahulu dengan 3 tetes larutan enzim SolBi yang dilarutkan memakai air sebanyak 200 ml, rendam mulai dari jam 20.00 malam hingga jam 07.00 pagi, kemudian bibit dapat disemai. Benih-benih yang tenggelam dipilih untuk di tanam dalam tray yang telah di isi media tanam berupa tanah serta pupuk kandang yang halus. Selama penyemaian benih di semprot air sekali sehari dengan semprotan kecil. Dengan cara ini, bibit kecil dari tray bisa lebih cepat dipindahkan ke bedengan setelah tanaman tumbuh 5 daun serta tinggi 7-8 cm atau selama 15 hari setelah benih ditanam.

Penanaman serta Perawatan
Sebelum melakukan penanaman, bedengan dibasahi dengan air. Bibit sebaiknya tidak dicabut langsung, tetapi cukup dengan merenggangkan tray supaya perakaran tidak rusak ketika ditanam dalam lubang tanam. Kemudian, bibit yang sudah ditanam disiram 2 kali seminggu, supaya kelembaban di bawah mulsa plastik tetap terjaga dan tidak terjadi kebusukan. Lakukan penyiangan gulma 2 kali semasa tanam.
Pemupukkan diberikan 2 kali sebulan. Pada pemupukan sintetis pertama ditambahkan enzim SolBi dengan dosis 1 kg pupuk NPK dengan 1 botol (30 ml) SolBi yang dilarutkan dalam 200 liter air.
SolBi ialah enzim yang berperan sebagai penyeimbang kandungan unsur hara tanah, sehingga meskipun ditanam dalam jarak yang sangat rapat, tanaman tetap terpenuhi nutrisinya. Ukuran cabe yang dihasilkan pun tetap besar dan panjang.
Perhatikan kelembaban greenhouse supaya terhindar dari penyakit yang biasa menyerang cabe seperti layu fusarium serta patek yang kerap muncul ketika kelembaban tinggi. Perhatikan juga serangan hama. Hama yang sering muncul ialah trips, yakni serangga yang cepat berkembang biak yang dapat dibasmi dengan menyemprotkan insektisida.

*Baca Juga : Langkah Tepat Budidaya Semangka Dengan Teknik Hidroponik

Panen
Ciri-ciri cabe yang siap panen, yaitu tingkat kemerahan sekitar 90% (sebagian besar merah). Panen dapat dilakukan setelah 2 bulan masa tanam. Menanam cabe di greenhouse dirasa lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional yang baru bisa di panen setelah empat bulan masa tanam. Cabe di petik bersama tangkainya agar lebih tahan lama dalam pendistribusian. Setelah di panen, cabai dimasukkan dalam kardus atau plastik karung.
Dengan cara penanaman menggunakan greenhouse, cabe bisa tahan lama dalam keadaan baik hingga 2 minggu pada suhu ruangan. Sedangkan apabila dimasukkan dalam lemari pembeku, cabe bisa tahan hingga 45 hari.

Selamat Mencoba…..

Advertisements

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s