Inilah Beberapa Tips Cara Budidaya Jambu Air.

Untuk menghasilkan buah jambu air yang lebat, manis, segar dan berwarna bagus ada dua macam faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal yaitu iklim, cuaca, musim, kondisi geografis tempat menanam buah jambu air, curah hujan, angin dan lain-lain. Sedangkan faktor internalnya yaitu perlakuan terhadap tanaman seperti penyiraman, pemupukan, penyiangan hama dan lain-lain.

Kita tidak bisa mengubah faktor eksternal, tetapi kita bisa menyikapinya sesuai dengan kondisi yang terjadi. Misalnya, kita tidak perlu melakukan penyiraman setiap hari pada musim penghujan. Agar jambu dapat berbuah seperti yang diharapkan, maka tidak bisa lepas dari proses awal pertama kali menyiapkan bibit buah jambu air, menyiapkan media tanam sampai ke teknik penanaman buah jambu air.

  • Lokasi budidaya

    Jambu air akan berkembang lebih baik apabila berada di ketinggian antara 5 – 500 meter dari permukaan laut. Jika pohon di tanam di wilayah lebih tinggi hasilnya kurang optimal/setidaknya perlu perawatan yang lebih khusus agar produktivitasnya memuaskan. Tanaman ini menghendaki pencahayaan matahari langsung dengan insentitas sektar 40-80 persen dalam sehari. Suhu yang ideal untuk pertumbuhanya berkisar 10 – 28°C dengan tigkat kelembaban 50 – 80%.

  • Pembibitan

    Perbanyakan tanaman jambu air bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni cara generatif dan vegetatif. Cara generatif adalah cara memperbanyak tanaman dengan biji. Cara ini membutuhkan waktu yang panjang mulai dari perbanyakan, penanaman hingga tanaman berbuah. meskipun cara vegetatif ialah cara perbanyakan tanaman tidak dengan biji. Pada jambu air bisa dilakukan dengan penyangkokan, okulasi dan penyetekan. Budidaya jambu air yang menggunakan bibit vegetatif lebih cepat dalam berbuah. Hal ini terjadi karena sejatinya pohon sudah memiliki umur.

    Berbeda dengan benih jambu air yang memakai biji karena pertumbuhan pohon harus secara natural dan membutuhkan waktu lama untuk bisa berbuah. Pola penanaman jambu air dengan bibit vegetatif juga sangat direkomendaskan untuk budidaya menggunakan pot atau polibag. Karena bibit vegetatif akan memiliki ukuran yang lebih pendek namun sudah dapat berbuah. Salah satu perbanyakan vegetatif yang populer adalah dengan cara cangkok.

  • Berikut beberapa tipsnya:

– Pilih induk yang berumur sekitar 10 – 15 tahun.
– Pilh indukan yang memiliki kualitas tumbuh atau kesuburan bagus, jambu yang sedap dan lebat.
– Cabang yang akan dicangkok hendaknya memiliki fisik bagus dan tidak cacat.
– Cangkok pada cabang dan biarkan hingga akar cukup panjang.
– Jika akar sudah panjang, potong dibagian bawah cangkokan dan benih jambu air siap untuk di tanam.

  • Penanaman bibit

– Setelah mendapatkan bibit yang diinginkan, selanjutnya melakukan penanaman.
– Penanaman bibit jambu air sebaiknya diatur dengan jarak sekitar 8 x 8 meter agar daun bisa lega dan tidak saling tindih.
– Setelah itu buatlah lubang yang ukuranya 60 x 60 x 60 cm, biarkan lubang terbuka selama 2- 3 hari bisa juga ditambahkan pupuk kandang sebagai pupuk dasarnya.
– Setelah itu bibit tanaman siap dimasukkan ke dalamnya. Tutupi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kompos lalu siram. Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, agar setelah ditanam pohon tidak langsung terkena sinar terik. Pohon perlu penyesuaian agar tidak stres dengan lahan yang baru. Ketika melakukan penanaman pada musim kemarau, lakukan penyiraman tiap pagi dan sore. Sementara jika menanam pada musim penghujan perhatikan agar pohon tidak tergenang air dalam waktu yang lama.

  • Pemupukan tanaman

Pemupukan ialah hal yang harus dilakukan pada budidaya jambu air agar tanaman bisa berkembang dengan baik dan meghasilkan buah yang lebat. Pemupukan jambu air dimulai dari pertama tanam, yakni mencampurkan pupuk kompos saat penanaman bibit seperti penjelasan diatas.
– Sesudahnya pemupukan awal, kemudian pohon jambu air dapat menerima pupuk 3 bulan sekali atau paling sedikit 2 kali dalam setahun. Pengairan perlu di perhatikan agar tidak tergenang saat musim hujan dan tidak kekeringan saat musim kemarau tiba. – Cara pemupukan jambu air ialah dengan menaruh pupuk pada jarak sekitar 1 meter dari pohon. Buatlah sebuah lubang dan masukan pupuk di lubang tersebut.
– Masalah gulma dan rumput liar juga penting untuk di pantau agar pohon tidak terganggu pertumbuhanya karena gulma-gulma.

Perhatikan pula masalah hama dan penyakit yang mungkin menyerang. Apabila pohon terkena hama atau penyakit maka berikan penanganan secepatnya.
– Pemangkasan cabang untuk mendapatkan buah yang lebat dan maksimal maka perlu dilakukan pemotongan pada cabang atau dahan-dahan jambu air. Pemotongan ini dilakukan agar tajuk baru bisa terbentuk sehingga mendapatkan kanopi yang sempurna.
– Kanopi dan cabang yang mempuyai kekuatan berbuah lebih banyak sehingga pada saatnya berbuah, pohon akan mempunyai banyak ranting yang berbuah.
– Selain itu, pemotongan juga dilakukan untuk mengurangi pohon jambu air yang   terlalu rimbun. Pohon yang sangat rimbun yang memiliki banyak cabang yang tidak berbuah dan yang kurang terkena cahaya matahari, lebih baik dipotong saja agar cabang-cabang yang berpontensi berbuah bagus bisa tumbuh maksimal.

  Pemanenan, Saat jambu air sudah mulai berbunga, salah satu hama yang banyak menyerang adalah lalat buah. Lalat buah ini selalu menyerang bunga yang berumur sekitar 15 hari dan akan membuat bunga menjadi gugur atau buah jambu air menjadi busuk. Untuk mengatasi serangan bunga jambu dari hama lalat buah, maka bunga perlu dilakukan pembungkusan. Jika ternyata bunga sudah terserang hama lalat, maka penanganan lah yang perlu dilakukan. Penyelesaianya dapat dibuat dengan memberikan fungisida serta insektisida dengan dosisi secukupnya.

Jambu air biasanya akan berbuah 2 kali dalam setahun, yakni pada kisaran bulan Juni – Agustus dan November – Desember. Panen dapat dilakukan jika buah sudah matang. Matangnya jambu air biasanya ditandai dengan ukuran yang besar (sesuai varietas), berubah dari hijau menjadi kemerah-merahan (tergantung varietas). Proses pemanenan dilakukan beberapa kali dengan cara petik pilih. Hal ini dibuat karena jambu air tidak matang secara bersama-sama sehingga panenya hanya dilakukan pada jambu air yang sudah matang. Untuk menjaga agar jambu air bisa tetap segar sedkit lebih lama maka lakukan penyimpanan pada lemari pendingin.

Advertisements

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in Apa Itu Plastik UV Green House?, Budidaya Jambu Air, Penggunaan Plastik UV Pada Rumah Bibit, Plastik UV and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s