Unik! Budidaya Cabai Rainbow “Pedas”nya Kecantikan Cabai

     Warnanya yang mencolok dan rasanya yang tidak terlalu pedas, membuat cabe rainbow atau yang dikenal dengan nama cabe pelangi kini mulai menjadi barang buruan kalangan penghobi tanaman cabe. Cabe yang memiliki varian warna lebih dari satu ini sedang menjadi tren terutama di dunia agribisnis tanaman hias.

     Media tanam Cabe Pelangi terbagi menjadi 2, yaitu dengan pot/polybag kecil dan media tanah. Jika menggunakan media tanah lansung jarak antar tanaman satu dengan yang lainnya yang ideal ialah 1 meter.

rainbow chili
Gunakan tanah humus agar pertumbuhan pohon optimal. Campurkan tanah humus dengan ampas teh dengan perbandingan 2:1 aduk hingga merata.
Sebelum tanah dituangkan ke dalam wadah usahakan wadah dalam kondisi kering, karena jika dalam kondisi basah tanah bisa tumbuh jamur dan terkontaminasi sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Sebelum penyemaian, rendam dahulu biji cabe dengan cairan pupuk organik dengan takaran 1 tutup botol cairan organik ditambah dengan 4 liter air, biarkan selama 2 jam. Hal itu bertujuan sebagai perangsang agar cangkang cabe pecah dan mudah untuk berkecambah.

  1. Penyemaian Cabe Pelangi

    1. Buat lubang kecil sedalam 1 cm pada media tanam pot. Jika media tanam adalah tanah maka biji cabe hias diletakkan begitu saja lalu tutup dengan tanah kira-kira setengah cm.
    2. Letakkan persemaian di tempat teduh, usahakan tanah dalam kondisi tak banyak terlalu mengandung air.
    3. Setelah usia 1 minggu berikan pupuk organik dengan takaran 1 cangkir pupuk dicampur dengan 4 liter air dan diamkan selama 1 hari 1 malam.
    4. Siram masing-masing tanaman sampai basah menyeluruh, lakukan penyiraman setiap 1 atau 2 minggu sekali secara berkesinambungan.
    5. Hindari pemakaian wadah besi dalam penyiraman, karena bakteri baik yang terkandung dalam pupuk akan menempel pada besi.
    6. Setelah disemai dalam waktu 4 hari sampai 3 minggu cabe sudah mulai berkecambah.
    7. Pindahkan tanaman cabe ke tempat yang cukup tersinari matahari ketika cabai hias sudah tumbuh 4 helai daun. Namun hindari paparan sinar matahari yang begitu terik karena bibit bisa layu sehingga pertumbuhannya kurang optimal.
    8. Jika tanaman cabai sudah memiliki 4-6 helai daun maka dapat dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar. Minimal diameter 25 cm, jika pot lebih besar akan lebih baik bagi pertumbuhan tanaman.
    9. Dalam memindahkan tanaman usahakan agar akar tanaman tidak rusak.

cabai indah
Cabai Rainbow
  1. Panen Dan Perawatan

    1. Tanaman cabe sudah berbuah dan bisa dipanen ketika sudah berumur 5 bulan
    2. Waktu memanen yang tepat ialah siang hari agar petani bisa lebih jeli membedakan mana cabe yang belum masak dan cabe yang sudah siap panen.
    3. Petik tiap ujung tangkai cabe dengan tangan langsung secara satu per satu agar cabe tak rusak.
    4. Untuk pembibitan, iris daging buah cabe ambil biji cabe menggunakan pinset lalu diamkan biji cabe dalam waktu satu hari dengan cara diangin-anginkan hingga kering. Hal itu dilakukan untuk menghindari tumbuhnya jamur yang menyebabkan kebusukan.
    5. Setelah kering, biji cabe sudah bisa dimasukkan ke dalam kemasan dan siap untuk dipasarkan.
    6. Pasca panen lakukan pemotongan pada bagian ranting atau daun yang sudah tua. -Daun tua memiliki ciri fisik berwarna hijau pekat dan bertekstur keras.
    7. Potong bagian ranting atau daun tua menggunakan gunting dengan posisi menyamping. Untuk mendapatkan hasil maskimal potong bagian ranting yang dekat dengan daun (sekitar lokasi pemotongan masih memiliki daun).
    8. Dalam 1 pohon bisa dilakukan lebih dari 1 kali pemotongan tergantung dengan jumlah daun tua.
    9. Daun tua atau ranting yang sudah dipotong akan tumbuh dan mengeluarkan bunga kembali dalam waktu 1 bulan.

Baca Juga :
Usaha Leci, Rasakan Manis Gurihnya Keuntungan!
Budidaya Paprika Hidroponik
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

 

  1. Mengatasi Hama

    1. Untuk mengatasi hama kutu daun bisa menggunakan aneka rempah-rempah yang bersifat hangat seperti jahe, cengkeh, sereh, merica, bawang putih dan bawang merah.
    2. Giling halus semua rempah dan campurkan dengan air, sebagai catatan warna air harus tetap keruh (karena jika terlalu banyak air, warna akan bening).
    3. Berikan putih telur sesuai takaran pembuatan, putih telur bertujuan sebagai perekat pupuk pada tanaman.
    4. Pemberiannya, saring racikan pupuk dan diamkan selama 3-4 hari dengan kondisi wadah tertutup rapat agar aroma rempah tak hilang.
    5. Semprotkan pupuk secara berkala pada bagian tanaman yang terkena hama kutu daun. Dalam waktu beberapa hari ke depan tanaman akan kembali pulih.
    6. Potong dan buang bagian ranting yang sudah terserang hama cukup parah. Semprotkan pupuk pada bagian yang dipotong sebagai sarana pembersihan dari     telur kutu daun agar tanaman dapat tumbuh subur kembali.

 

Sekian dari artikel ini, semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s