Manfaat Daun Suji, Tanaman Yang Bisa Ditanam Di Greenhouse

Dracaena Angustifolia atau yang kerap disapa daun suji merupakan tumbuhan perdu tahunan yang bagian daunnya sering dimanfaatkan masyarakat sebagai pewarna makanan alami berwarna hijau. Warna daun hijau yang dihasilkan oleh daun suji lebih pekat dan hijau dibandingkan daun pandan.

Membedakan daun suji ini cukup mudah, jika Anda menemukan daun yang mirip dengan daun pandan dengan ciri-ciri:

  • Bau yang harum seperti pandan
  • Memiliki rasa pahit
  • Terasa dingin layaknya daun mint
  • Daunnya nampak lebih kecil dibandingkan daun pandan.

Selain sebagai pewarna makanan, daun suji juga bisa ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias dan juga ia disenangi karena aromanya yang harum. Bunga dari tumbuhan ini memiliki warna kuning dan kadang berwarna ungu.

Daun suji juga dikenal sebagai obat tradisional dari Asia Timur yang dipercaya menyembuhkan penyakit leukemia.

sujii lagii

Bertikut Kandungan Daun Suji :

1. Saponin

Saponin adalah senyawa jenis glikosida yang sangat banyak ditemukan pada tumbuhan-tumbuhan hijau, termasuk tumbuhan suji, khususnya di daunnya. Saponin ini memiliki ciri berupa buih yang jika dikocok akan membentuk buih yang tahan lama. Saponin memiliki rasa yang pahit jika dikonsumsi. Saponin ini bisa jadi sebuah racun bagi hewan berdarah dingin seperti ikan, namun ia tidak beracun pada manusia. Ia juga memiliki efek anti jamur, dan juga sering digunakan sebagai bahan baku dalam proses biosintesis obat antiradang atau kortikosteroid.

2. Tanin

Daun suji juga mengandung tanin yang merupakan senyawa fenol. Tanin memiliki sifat yang mudah larut dalam air karena tanin mengandung fenol, ia dapat mengikat logam berat, serta bersifat anti jamur.

Tanin memiliki manfaat yang baik dalam anti septik pada jaringan luka, misalnya luka bakar, karena tanin mampu mengendapkan protein. Ia juga mampu menetralkan keracunan alkaloid dengan mengeluarkan asam tamak yang tidak larut air.

3. Polifenol

Polifenol adalah senyawa yang sudah dikenal dalam bidang kesehatan. Bahan yang juga berasal dari daun suji ini memiliki sifat antioksidan tinggi. Flavonoid adalah senyawa polifenol yang sangat populer digunakan sekarang. Senyawa yang dikenal sebagai pembawa warna hijau pada tumbuhan dan buah-buahan ini memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan.

Baca Juga :
Greenhouse Tempat Budidaya Paprika Hidroponik
Budidaya Paprika Hidroponik
Aeroponik, Teknik Unik Ramah Lingkungan
Unik! Buidaya Cabai Rainbow “Pedas”nya Kecantikan Cabai

Polifenol menunjukkan aktivitas antioksidan yang mampu menyeimbangkan kesehatan tubuh dengan mengeluarkan racun yang terakumulasi di dalam tubuh.

4. Alkaloid

Alkaloid adalah senyawa basa yang terdapat pada tumbuhan hijau, termasuk daun suji. Alkaloid ini sudah dikenal sebagai obat dari berbagai penyakit karena sifatnya sebagai sedatif, antispasmodik, antihelmentik, analgesik, antimalaria, antibiotik, emetik ekspektorn, antipiretik, relaksan otot, antihipertensi, bronkodilator, simpatomemetik, insektisida, dan antiradang.

Manfaat daun suji untuk kesehatan adalah dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan hingga berat. Jika Anda ingin memanfaatkan daun suji sebagai penyembuh penyakit, olahlah daun suji dengan cara:

  • Ambil beberapa helai daun suji yang segar dan cuci hingga bersih
  • Rebus air ke dalam panci kira-kira 3-4 gelas hingga mendidih.
  • Masukkan daun suji ke dalam air mendidih.
  • Tunggu rebusan daun suji tersebut hingga airnya berkurang hingga 1 gelas.
  • Dinginkan air hasil rebusan daun suji.
  • Campurkan dengan madu agar rasanya tidak begitu pahit.
  • Minumlah air rebusan daun suji tersebut paling tidak 1 hingga 2 kali per hari.

Penyakit-penyakit yang bisa disembuhkan daun suji :

1. Batuk

Dari batuk kering hingga batuk berdahak, daun suji mampu meredakan batuk tersebut. Cukup konsumsi air rebusan daun suji dua kali sehari sebelum tidur malam hari, dan setelah bangun pagi. Ini karena daun suji mengandung alkaloid yang bersifat antiradang dan pelega tenggorokan.
2. Leukemia

Leukemia atau juga sering disebut sebagai kanker darah adalah penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan. Penyakit ini sering menyerang anak-anak. Dengan rutin minum air rebusan daun suji, maka penyakit leukemia dapat dicegah karena kandungan daun suji tersebut bersifat sebagai antioksidan.

3. Penawar racun

Alkaloid dalalm daun suji adalah zat yang sangat baik dalam menawarkan racun di dalam tubuh. oleh karena itu jika Anda salah makan yang menyebabkan sering muntah dan mual, silakan minum air rebusan daun suji sebagai penawaran pertamanya.

sujii

4. Menangkal radikal bebas

Radikal bebas biasa ditemukan pada polusi udara. Efek dari radikal bebas ini cukup berbahaya bagi kesehatan misalnya penyakit kanker paru sebagai akibat terlalu sering menghirup radikal bebas di udara. Untuk mencegah radikal bebas ini masuk ke dalam tubuh, konsumsilah daun salam karena sifatnya yang tinggi antioksidan.

5. Mengobati sesak napas

Sesak napas adalah salah satu gejala dari penyakit asma. Sesak napas ini diakibatkan karena paru-paru yang terpapar oleh polusi udara. Kembali ke daun suji, konsumsilah daun suji untuk meredakan sesak napas karena daun suji juga memiliki sifat bronkodilator yang mampu meredakan spasme bronkus sehingga bernapas kembali lega.

6. Kesehatan kulit

Daun suji tidak hanya dapat diminum saja, namun ia juga bisa digunakan menjadi masker dan lulur untuk peremajaan kulit. Kandungan daun suji seperti folifenol dan flavonoid bersifat memberikan kelembababan kulit dan mengurangi minyak berlebih pada wajah.

Anda bisa gunakan daun suji sebagai masker dengan cara menumbuknya menjadi halus atau boleh juga di-blender hingga lembut. Langsung aplikasikan ke wajah Anda, boleh dicampurkan dengan putih telur, madu, dan bahan lainnya yang dirasa perlu.

7. Pembersih Mulut

Bau mulut merupakan suatu masalah mulut yang pastinya akan membuat seseorang menjadi risih. Bau mulut ini terjadi karena banyaknnya bakteri dalam mulut yang tak terkontrol. Oleh karena itu, silakan berkumur-kumur dengan air hasil rebusan daun suji karena daun suji juga memiliki sifat sebagai antibakteri.

8. Mengobati masalah pencernaan

Susah buang air besar dan sembelit adalah masalah kesehatan yang sering dialami. Kandungan daun suji yang bermanfaat untuk mengobati masalah pencernaan ini adalah tannin. Tanin akan melancarkan buang air besar dengan cara meningkatkan pergerakan usus sehingga pencernaan kembali sehat.

ini sujii

9. Meredakan nyeri haid

Nyeri haid biasanya dialami oleh wanita menjelang haid. Nyeri biasanya dirasakan pada bagian perut bagian bawah. Untuk meredakan nyeri haid ini cukup mudah. Manfaatkan daun suji untuk meredakannya karena daun suji memiliki sifat analgesik yang mampu meredakan nyeri ringan seperti nyeri haid.

10. Menurunkan kolesterol dalam darah

Banyaknya makan makanan yang mengandung kolesterol tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah. Banyak sekali penyakit yang disebabkan oleh kolesterol yang menumpuk di dalam darah seperti penyakit jantung, stroke, dan hipertensi. Ada kandungan saponin di dalam daun suji yang mampu menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.

Selain itu, sifanya sebagai radikal bebas maka atherosclerosis atau penyakit menumpuknya kolesterol di dalam pembuluh darah bisa dikurangi dan dicegah oleh daun suji.

 

Advertisements

Berikut Tanaman Yang Dapat Dikembang Biakan Dengan Menggunakan Greenhouse

1. Palem Kuning (Chrysalidocarpus)

palem kuning
Tanaman hias yang satu ini memiliki batang dan dahan yang cenderung berwarna agak kekuningan, terutama apabila terkena sinar matahari. Tanaman ini dapat berkembang biak dengan biji, tingginya pun bisa sampai 4 meter apabila ditanam di luar pot (bisa menggunakan polybag). Anda juga dapat menanam palem kuning didalam pot agar tidak terlalu tinggi dan meletakkannya di dalam ruangan untuk membersihkan udara kotor dan menyerap racun yang dapat berasal dari asap rokok.

2. Bunga Peace Lily

peace lilly
Tanaman ini umumnya berwarna merah dan putih, daunnya panjang dan berwarna gelap. Tanaman ini tidak membutuhkan banyak sinar matahari sehingga sangat cocok diletakkan di dalam ruangan.
Tanaman ini sangat senang air dan dapat menyerap polusi di dalam rumah. Lebih baik diletakkan agak jauh dari area yang terkena matahari atau jendela, sehingga usianya dapat lebih lama.

3. Pakis Boston (Pakis Pedang)

pakiss
Tanaman hias ini berasal dari Amerika, Meksiko, India Barat dan Afrika namun sangat mudah ditemukan di Indonesia.
Tanaman ini tidak tahan panas dan bisa menyimpan asupan air yang cukup banyak. Tanaman ini biasa ditanam langsung di tanah, di dalam pot atau juga digantung. Ia dapat menyerap polusi udara dan membersihkan udara di dalam ruangan Anda.

4. Sirih Belanda (Devil’s Ivy)

sirih belanda
Sirih Belanda tanaman hias yang biasanya diletakkan di dalam pot. Ia adalah termasuk tanaman monokotil dan doyan air. Tanaman ini dapat menyerap aneka racun dan polusi di dalam ruangan, dan cocok diletakkan untuk Anda yang doyan merokok di rumah.

5. Sanseviera (Lidah Mertua)

lidah mertua
Tanaman hias ini memiliki daun yang keras, tegak dan ujungnya meruncing. Tanaman ini sangat ampuh menyerap polusi dan racun sehingga cocok diletakkan di dalam pot dan disimpan di dalam ruangan.
Tanaman hias pembersih udara di dalam ruangan di atas tadi sangat mudah ditemukan di sekeliling Anda dan umumnya harganya cenderung murah. Saya pribadi sudah menanam pohon 3-5 di rumah dan alhamdulillah ruangan lebih segar.

 



Kami CV. Lim Corporation menyediakan Plastik UV Untuk Atap Greenhouse dengan kandungan UV 6-12%. Kunjungi http://www.plastikuv123.com atau https://bit.ly/2qpgNi5

INFO Selengkapnya Hub :

  • 0852 3392 5564
  • 0877 0282 1277
  • 0812 3258 4950

 

Inilah Beberapa Tips Cara Budidaya Jambu Air.

Untuk menghasilkan buah jambu air yang lebat, manis, segar dan berwarna bagus ada dua macam faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal yaitu iklim, cuaca, musim, kondisi geografis tempat menanam buah jambu air, curah hujan, angin dan lain-lain. Sedangkan faktor internalnya yaitu perlakuan terhadap tanaman seperti penyiraman, pemupukan, penyiangan hama dan lain-lain.

Kita tidak bisa mengubah faktor eksternal, tetapi kita bisa menyikapinya sesuai dengan kondisi yang terjadi. Misalnya, kita tidak perlu melakukan penyiraman setiap hari pada musim penghujan. Agar jambu dapat berbuah seperti yang diharapkan, maka tidak bisa lepas dari proses awal pertama kali menyiapkan bibit buah jambu air, menyiapkan media tanam sampai ke teknik penanaman buah jambu air.

  • Lokasi budidaya

    Jambu air akan berkembang lebih baik apabila berada di ketinggian antara 5 – 500 meter dari permukaan laut. Jika pohon di tanam di wilayah lebih tinggi hasilnya kurang optimal/setidaknya perlu perawatan yang lebih khusus agar produktivitasnya memuaskan. Tanaman ini menghendaki pencahayaan matahari langsung dengan insentitas sektar 40-80 persen dalam sehari. Suhu yang ideal untuk pertumbuhanya berkisar 10 – 28°C dengan tigkat kelembaban 50 – 80%.

  • Pembibitan

    Perbanyakan tanaman jambu air bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni cara generatif dan vegetatif. Cara generatif adalah cara memperbanyak tanaman dengan biji. Cara ini membutuhkan waktu yang panjang mulai dari perbanyakan, penanaman hingga tanaman berbuah. meskipun cara vegetatif ialah cara perbanyakan tanaman tidak dengan biji. Pada jambu air bisa dilakukan dengan penyangkokan, okulasi dan penyetekan. Budidaya jambu air yang menggunakan bibit vegetatif lebih cepat dalam berbuah. Hal ini terjadi karena sejatinya pohon sudah memiliki umur.

    Berbeda dengan benih jambu air yang memakai biji karena pertumbuhan pohon harus secara natural dan membutuhkan waktu lama untuk bisa berbuah. Pola penanaman jambu air dengan bibit vegetatif juga sangat direkomendaskan untuk budidaya menggunakan pot atau polibag. Karena bibit vegetatif akan memiliki ukuran yang lebih pendek namun sudah dapat berbuah. Salah satu perbanyakan vegetatif yang populer adalah dengan cara cangkok.

  • Berikut beberapa tipsnya:

– Pilih induk yang berumur sekitar 10 – 15 tahun.
– Pilh indukan yang memiliki kualitas tumbuh atau kesuburan bagus, jambu yang sedap dan lebat.
– Cabang yang akan dicangkok hendaknya memiliki fisik bagus dan tidak cacat.
– Cangkok pada cabang dan biarkan hingga akar cukup panjang.
– Jika akar sudah panjang, potong dibagian bawah cangkokan dan benih jambu air siap untuk di tanam.

  • Penanaman bibit

– Setelah mendapatkan bibit yang diinginkan, selanjutnya melakukan penanaman.
– Penanaman bibit jambu air sebaiknya diatur dengan jarak sekitar 8 x 8 meter agar daun bisa lega dan tidak saling tindih.
– Setelah itu buatlah lubang yang ukuranya 60 x 60 x 60 cm, biarkan lubang terbuka selama 2- 3 hari bisa juga ditambahkan pupuk kandang sebagai pupuk dasarnya.
– Setelah itu bibit tanaman siap dimasukkan ke dalamnya. Tutupi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kompos lalu siram. Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, agar setelah ditanam pohon tidak langsung terkena sinar terik. Pohon perlu penyesuaian agar tidak stres dengan lahan yang baru. Ketika melakukan penanaman pada musim kemarau, lakukan penyiraman tiap pagi dan sore. Sementara jika menanam pada musim penghujan perhatikan agar pohon tidak tergenang air dalam waktu yang lama.

  • Pemupukan tanaman

Pemupukan ialah hal yang harus dilakukan pada budidaya jambu air agar tanaman bisa berkembang dengan baik dan meghasilkan buah yang lebat. Pemupukan jambu air dimulai dari pertama tanam, yakni mencampurkan pupuk kompos saat penanaman bibit seperti penjelasan diatas.
– Sesudahnya pemupukan awal, kemudian pohon jambu air dapat menerima pupuk 3 bulan sekali atau paling sedikit 2 kali dalam setahun. Pengairan perlu di perhatikan agar tidak tergenang saat musim hujan dan tidak kekeringan saat musim kemarau tiba. – Cara pemupukan jambu air ialah dengan menaruh pupuk pada jarak sekitar 1 meter dari pohon. Buatlah sebuah lubang dan masukan pupuk di lubang tersebut.
– Masalah gulma dan rumput liar juga penting untuk di pantau agar pohon tidak terganggu pertumbuhanya karena gulma-gulma.

Perhatikan pula masalah hama dan penyakit yang mungkin menyerang. Apabila pohon terkena hama atau penyakit maka berikan penanganan secepatnya.
– Pemangkasan cabang untuk mendapatkan buah yang lebat dan maksimal maka perlu dilakukan pemotongan pada cabang atau dahan-dahan jambu air. Pemotongan ini dilakukan agar tajuk baru bisa terbentuk sehingga mendapatkan kanopi yang sempurna.
– Kanopi dan cabang yang mempuyai kekuatan berbuah lebih banyak sehingga pada saatnya berbuah, pohon akan mempunyai banyak ranting yang berbuah.
– Selain itu, pemotongan juga dilakukan untuk mengurangi pohon jambu air yang   terlalu rimbun. Pohon yang sangat rimbun yang memiliki banyak cabang yang tidak berbuah dan yang kurang terkena cahaya matahari, lebih baik dipotong saja agar cabang-cabang yang berpontensi berbuah bagus bisa tumbuh maksimal.

  Pemanenan, Saat jambu air sudah mulai berbunga, salah satu hama yang banyak menyerang adalah lalat buah. Lalat buah ini selalu menyerang bunga yang berumur sekitar 15 hari dan akan membuat bunga menjadi gugur atau buah jambu air menjadi busuk. Untuk mengatasi serangan bunga jambu dari hama lalat buah, maka bunga perlu dilakukan pembungkusan. Jika ternyata bunga sudah terserang hama lalat, maka penanganan lah yang perlu dilakukan. Penyelesaianya dapat dibuat dengan memberikan fungisida serta insektisida dengan dosisi secukupnya.

Jambu air biasanya akan berbuah 2 kali dalam setahun, yakni pada kisaran bulan Juni – Agustus dan November – Desember. Panen dapat dilakukan jika buah sudah matang. Matangnya jambu air biasanya ditandai dengan ukuran yang besar (sesuai varietas), berubah dari hijau menjadi kemerah-merahan (tergantung varietas). Proses pemanenan dilakukan beberapa kali dengan cara petik pilih. Hal ini dibuat karena jambu air tidak matang secara bersama-sama sehingga panenya hanya dilakukan pada jambu air yang sudah matang. Untuk menjaga agar jambu air bisa tetap segar sedkit lebih lama maka lakukan penyimpanan pada lemari pendingin.

Rumah Kaca Greenhouse

Rumah kaca atau green house pada prinsipnya adalah sebuah bangunan yang terdiri atau terbuat dari bahan kaca atau plastik yang sangat tebal dan menutup diseluruh pemukaan bangunan, baik atap maupun dindingnya. Didalamnya dilengkapi juga dengan peralatan pengatur temperature dan kelembaban udara serta distribusi air maupun pupuk. Bangunan ini tergolong bangunan yang sangat langka dan mahal, karena tidak semua tempat yang kita jumpai dapat ditemukan bangunan semacam ini. Green house biasanya hanya dimiliki oleh Perguruan Tinggi atau lembaga pendidikan, Balai Penelitian dan perusahaan yang bergerak dibidang bisnis perbenihan, bunga dan fresh market hortikultura. Namun di negara-negara pertanian yang sudah maju seperti USA, Australia, Jepang dan negara-negara Eropa sebagian besar tanaman hortikulturanya ditanam di rumah kaca. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan greenhouse di mancanegara sudah umum dilakukan. Bahkan mungkin sudah berpuluh tahun sebelum negara kita mengadopsi tekhnologi tersebut.
Rumah kaca/green house yang digunakan di Indonesia sebagian besar digunakan untuk penelitian percobaan budidaya, percobaan pemupukan, percobaan ketahanan tanaman terhadap hama maupun penyakit, percobaan kultur jaringan, percobaan persilangan atau pemuliaan, percobaan hidroponik dan percobaan penanaman tanaman diluar musim oleh para mahasiswa , para peneliti, para pengusaha dan praktisi disemua bidang pertanian.
Green House sebagai Sarana Penunjang Agribisnis Hortikultura sangat Mendukung Upaya Peningkatan Produksi dan Kontinyuitas Produk
Sebenarnya ide awal untuk pembuatan bangunan green house di Indonesia dilatarbelakangi oleh kegiatan penelitian yang dilakukan lembaga penelitian maupun dunia pendidikan. Kegiatan penelitian yang dimaksud disini adalah kegiatan mencari jawaban atau mencari solusi / jalan keluar atau pemecahan terhadap suatu kasus. Sebagai contoh, bila kita ingin mencari uji ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit tertentu. Adanya green house yang mampu menciptakan iklim yang bisa membuat tanaman mampu berproduksi tanpa kenal musim ini ternyata juga mampu menghindarkan dari serangan hama dan penyakit yang tidak diujikan. Selain itu dengan adanya green house penyebaran hama dan penyakit yang diujicoba dapat dicegah . Hal ini berbeda dengan percobaan yang dilakukan di luar green house dimana dalam waktu yang sangat singkat hama dan penyakit dapat cepat menyebar luas karena terbawa angin maupun serangga.
Secara umum green house dapat didefinisikan sebagai bangun kontruksi dengan atap tembus cahaya yang berfungsi memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat berkembang optimal.
Manipulasi lingkungan ini dilakukan dalam dua hal, yaitu menghindari kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki dan memunculkan kondisi lingkungan yang dikehendaki.
Kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki antara lain :
Ekses radiasi sinar matahari seperti sinar ultra violet dan sinar infra merah.
Suhu udara dan kelembaban yang tidak sesuai.
Kekurangan dan kelebihan curah hujan.
Gangguan hama dan penyakit.
Tiupan angin yang terlalu kuat sehingga dapat merobohkan tanaman.
Tiupan angin dan serangga yang menyebabkan kontaminasi penyerbukan.
Ekses polutan akibat polusi udara.

Sementara kondisi lingkungan yang dikehendaki antara lain :
Kondisi cuaca yang mendukung rentang waktu tanam lebih panjang.
Mikroklimat seperti suhu, kelembaban dan intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman.
Suplai air dan pupuk dapat dilakukan secara berkala dan terukur.
Sanitasi lingkungan sehingga tidak kondusif bagi hama dan penyakit.
Kondisi nyaman bagi terlaksananya aktivitas produksi dan pengawasan mutu.
Bersih dari ekses lingkungan seperti polutan dan minimnya residu pestisida
Hilangnya gangguan fisik baik oleh angin maupun hewan.

Baca juga Plastik UV Greenhouse

Penggunaan Plastik UV Pada Rumah Bibit

Green House 9 Plastik UV Greenhouse 5

Kebun Bibit mempunyai peran penting dalam penyediaan stok bibit dan tanaman besar bagi kelangsungan Rumah Pangan Lestari (RPL) dalam Model Kawasan RumahPangan Lestari (MKRPL). Kebun Bibit MKRPL di lengkapi dengan rumah bibit (greenhouse) untuk pembibitan, sehingga dapat menghasilkan bibit yang sehat dalam waktu relatif cepat sesuai kebutuhan. Manfaat rumah bibit diantaranya adalah, agar persemaian berlangsung dengan kondisi iklim mikro yang terkendali untuk pertumbuhan tanaman. dengan cara mempertahankan suhu, memperhitungkan transmisi cahaya, mengatur kelembabanudara secara merata sesuai kebutuhan pertumbuhan tanaman. Selain itu juga berperan untuk melindungi tanaman, terutama bibit tanaman yang rentan terhadap pengaruh langsung hujan dan angin kencang yang sering berlangsung pada daerah tropis serta hama serangga.

Desain, bahan dan bangunan rumah bibit harus dapat bertahan untuk jangka waktu lama, untuk itu rumah bibit yang dibangun harus terletak pada lahan datar yang tidak ternaungi, menggunakan tipe Tunnel (lorong setengah lingkaran denganatap berbentuk melengkung kebawah serta struktur busur dengan ke-2 kaki terpendam ketanah sehingga dapat menyangga dan menahan bangunan lebih kuat), ventilasi alamiah untuk mengontrol suhu menggunakan jala denganlobang berukuran kecil (screen) pada dinding dan pintu sehingga mampu menahan serangga atau hama tanaman, serta dilengkapi dengan springkle air yang di operasionalkan pada siang hari.

Agar dapat mempertahankan kelembaban udara dalam rumah bibit antara 60% sampai 80% ketika sinar matahari sangat panas masuk kedalam rumah bibit serta suhu pada rentang 28 – 38°C. Untuk mengetahui kondisi stabilitas suhu dan kelembaban, di dalam rumah bibit dilengkapi dengan alat digital thermo-hygro untuk mengukur suhu dan kelembaban udara, sehingga pengelola kebun dapat mengontrol kondisi di dalam rumah bibit. Kerangka menggunakan besi stall dengan ukuran yang di sesuaikan kondisi luas lahan. Rak persemaian menggunakan kawat wermes anti karat ukuran 2 cm x 2 cm. Atap rumah bibit menggunakan bahan dari plastik Ultra Violet (UV) 14%.

Aliran udara secara almiah dari dinding atau pintu menimbulkan pertukaran udara di dalam sedangkan pantulan radiasi sinar matahari yang masuk melalui plastik UVmenimbulkan terjadinya perubahan panjang gelombang dari radiasi gelombang pendek matahari yang masuk memanaskan lantai dan permukaan dalam, lalu dipancarkan kembali dalam bentuk gelombang panjang ke atap dan dinding, selanjutnya olah atap UV, sebagian di pantulkan kembali ke dalam rumah bibit. Perubahan pantulan panjang gelombang ini mempengaruhi iklim mikro yang berbeda dengan lingkungan luar.

Baca juga Plastik UV GREEN HOUSE