Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik

Aquaponik Kuy

Kelebihan atau keunggulan dari akuaponik memang terletak pada produk yang dipanen bisa berupa dua jenis komoditas pangan, yaitu sayuran dan ikan. Contohnya saja, Anda bisa memanen kangkung bersamaan dengan ikan lele. Akan tetapi, seperti proses budidaya pada umumnya, memanen sayuran dan ikan akuaponik juga harus memerhatikan beberapa hal. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat panen.

Waktu Panen

Setiap jenis sayuran mempunyai waktu panen yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, penting untuk memerhatikan jenis sayuran yang akan ditanam. Apabila sayuran dipanen ketika sudah berumur tua, sayuran sudah tak enak untuk dikonsumsi karena sayuran akan menjadi keras. Akan tetapi, bila tanaman dipanen ketika masih muda, ukuran sayuran akan lebih kecil karena pertumbuhannya belum maksimal.

Panen akan lebih baik bila dilaksanakan pada pagi hari ketika kondisi sayuran masih segar. Perkiraan panen jenis sayuran yang umumnya dipakai dalam akuaponik sebagai berikut.

* Caisin 12 hari
* Bayam hijau 14 hari
* Kangkung 14 hari
* Pakcoy green 19 hari

Baca Juga:
Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif
Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada

Cara panen

Untuk memulai cara panen Akuaponik bisa Anda laksanakan dengan cara mencabut sayuran dari netpot, kemudian letakkan netpot pada bak. Dan selanjutnya, letakkan sayuran pada keranjang dengan posisi vertikal. Pastikan sayuran tak ditumpuk secara padat supaya kondisi fisik sayuran tak ada yang patah akibat tertekan.

Sesudah sayuran terkumpul, sayuran disortir untuk dipisahkan dari sayuran yang rusak dan beberapa kotoran yang menempel pada sayuran. Apabila sayuran akan dijual ke pasar, rockwool dan akar lebih baiknya jangan dicabut. Hal itu bertujuan sebagai identitas bahwa tanaman ditanam secara hidroponik.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Panen Ikan

Tentunya panen ikan akan memerlukan waktu yang lebih lama daripada panen sayuran. Panen ikan baru bisa dilaksanakan sesudah mengerjakan panen sayuran beberapa kali. Ikan yang dipanen dapat terlihat dari bobot yang optimal dan mempunyai kondisi fisik yang sehat. Untuk lele, umumnya akan dipanen ketika sudah berbobot 7—8 ekor per kg, ikan nila 4 ekor per kg, dan ikan patin 2 ekor per kg.

Cara memanen yang dilaksanakan untuk seluruh ikan yang ada di dalam kolam bisa dilaksanakan dengan cara pengosongan air pada bak. Akan tetapi, bila hanya sebagian tak perlu mengerjakan pengosongan air. Proses panen harus dilaksanakan secara hati-hati, supaya ikan yang dipanen akan tetap hidup.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Faktor Penting yang Wajib Anda Tau Ketika Budidaya Metode Aquaponik” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung

Sistem Hidroponik

Terdapat banyak jenis sistem hidroponik yang bisa Anda terapkan. Dua di antaranya sistem sumbu dan sistem rakit apung. Tentu saja keduanya mempunyai keuntungan dan kelemahan masing-masing. Kenali penggunaan keduanya supaya Anda bisa membudidayakan tanaman secara hidroponik dengan lebih maksimal.

Tak hanya kedua sistem tersebut, ada banyak sistem hidroponik lain yang tak kalah populer. Sistem tersebut yaitu pasang surut air, sistem tetes, dan nutrient film technique. Keunggulan dan kelemahannya bisa Anda temukan di buku Tanya Jawab Hidroponik yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya.

Sistem sumbu dikenal juga sebagai wick system. Keunggulan sistem ini sehingga banyak dilirik petani sayuran hidroponik yaitu sangat sederhana. Pemula sekalipun bisa menerapkannya dengan gampang. Sistem sumbu merupakan rangkaian belajar metode hidroponik yang paling gampang.

Bukan hanya itu, bahan dan alat yang digunakan pada sistem hidrponik ini termasuk murah dan mudah. Anda bisa memakai bahan sederhana seperti botol plastik yang merupakan bahan bekas.

Baca Juga:
Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif
Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada
Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik

Sayangnya, sistem sumbu mempunyai beberapa kekurangan. Pertama, larutan nutrisi pada wadah penampung harus diaduk secara berkala. Anda harus mengaduknya secara manual supaya nutrisi tak mengendap di wadah.

Tak hanya itu, tanaman bisa mengalami kekurangan air dan nutrisi sesudah tumbuh berukuran besar. Tanaman ini membutuhkan air yang lebih banyak dan terkadang lebih besar daripada daya serap sumbu yang digunakan.

Sistem hidroponik kedua yang juga banyak digunakan yaitu rakit apung atau water culture system. Sistem ini mempunyai keunggulan sangat mudah dibuat. Sistemnya sangat sederhana dengan perawatan yang mudah dan praktis.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Kekurangan dari sistem rakit apung yaitu aerator harus terus menyala tanpa henti selama 24 jam. Jika aerator ini mati dalam jangka waktu tertentu, tanaman yang Anda budidayakan sangat rentan mengalami busuk akar.

Keuntungan dan kelemahan sistem hidroponik ini hendaknya menjadi pertimbangan bagi Anda dalam memilih sistem yang tepat. Sistem ini dipilih berdasarkan modal yang Anda miliki, jenis tanaman yang akan dibudidayakan, dan luasan lahan yang digunakan. Oleh karena itu, pilih dengan bijak.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Dibalik Populernya, Ternyata Ini Kelemahan Sistem Sumbu & Sistem Rakit Apung” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif

Seorang peternak bebek berpindah   menggembala bebek piaraannya di persawahan desa Pucangrejo, Pegandon, Kendal, Jateng,

Terdapat dua metode dalam beternak bebek yang banyak dilaksanakan peternak Indonesia. Metode ini merupakan beternak secara penggembalaan dan metode kandang. Metode ini dilaksanakan berdasarkan lokasi beternak bebek, jenis bebek, dan kemampuan peternak dalam mengelola bebek tersebut.

Menggembala bebek umumnya dilaksanakan oleh peternak bebek tradisonal. Beberapa daerah yang masih melaksanakan tradisi beternak bebek dengan cara ini terdapat di pesisir pantai utara Jawa. Keunggulan dari beternak bebek dengan cara digembalakan yaitu lebih hemat biaya pakan.

Bebek bisa mencari makan sendiri di alam. Unggas ini mampu mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan, cacing, dan sebagainya. Keunggulan dari ternak bebek secara menggembala yaitu kualitas telur yang dihasilkan lebih unggul.

Metode Ternak Bebek 2

Ciri telur bebek gembala adalah bagian kuning telur bebek berwarna lebih kuning sempurna. Jenis telur seperti ini banyak diincar oleh produsen telur asin sebagai bahan baku.

Adapun kelemahan dalam metode gembala bebek yaitu terbatas pengaplikasian lahannya. Seiring berjalannya waktu, mulai sulit ditemui lahan yang bisa dipakai untuk beternak bebek. Bukan hanya itu, tenaga kerja peternak bebek juga semakin langka.

Baca Juga:
Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada
Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik
Jangan Asal Budidaya, Coba Pahami Faktor Ini Dulu!

Di sisi lain, beternak bebek dengan metode kandang semakin mengalami kemajuan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan. Produktivitas bebek yang diternakkan dengan metode kandang juga lebih baik.

Bebek dengan metode ternak memakai kandang sebelumnya kurang diminati karena kualitas telur yang dihasilkan kurang baik. Sekarang, hal ini sudah bisa diatasi dengan memberikan pakan jenis tertentu. Pemberian pakan yang tepat mampu membuat bebek menghasilkan telur berkualitas unggul.

Ada tiga jenis tipe kandang yang bisa Anda terapkan untuk beternak bebek. Tipe kandang yang pertama adalah kandang pekarangan. Kandang ini merupakan tipe pekarangan yang dikelilingi pagar. Di dalamnya, bebek dipelihara dengan cara diumbar mulai dari diberi makan, minum, berenang, dan aktivitas lainnya.

Meskipun terbuka, Anda juga harus menyiapkan kandang sebagai tempat bebek berteduh dari hujan dan panas matahari. Apabila malam, kandang ini juga menjadi tempat berlindung bebek yang diternakkan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Tipe kandang bebek yang kedua yaitu kandang terkurung, yakni berupa bangunan besar dengan atap dan dinding. Dinding sekeliling terbuat dari bambu dan bebek dibiarkan berkeliaran. Terdapat fasilitas seperti pakan, minum, dan kolam di dalamnya. Alas kandang ini dilapisi sekam padi.

Untuk tipe yang terakhir merupakan tipe baterai, yakni dalam satu kandang kecil ditempati 1—2 bebek. Kandang ini terbuat dari kisi bambu seperti pada ternak ayam petelur. Tidak ada kolam berenang untuk tipe kandang ini.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Yuk Intip Metode Beternak Bebek Petelur yang Efisien & Efektif” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada

Hama & Penyakit Tanaman Selada

Salah satu diantara tantangan dalam budidaya selada yaitu adanya berbagai jenis hama dan penyakit tanaman yang menyerang. Hama dan penyakit selada ini sangatlah beragam. Akan tetapi, ada 4 jenis hama dan penyakit yang paling banyak meresahkan para petani selada. Berikut penjelasan selengkapnya.

Jangel

Jenis hama yang pertama yaitu jangel, dengan nama ilmiahnya yakni Bradybaena similaris ferussac. Hama ini mempunyai bentuk seperti siput yang sangat kecil. Ukuran dari jangel hanya sekitar 2 cm. Hama jangel cukup berbahaya dalam menyerang tanaman ini.

Bukan hanya tanaman yang disemaikan, jangel juga menyerang tanaman yang sudah tumbuh di lahan. Tanaman dengan segala umur sangat rentan terserang jangel. Umumnya hama ini bersembunyi pada pangkal daun di bagian dalam. Serangan hama jangel bisa membuat daun berlubang. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda segera mengatasi serangan hama jika melihat adanya selada budidaya Anda yang mulai berlubang.

Tangek

Bukan hanya jangel, tangek juga merupakan musuh alami dari tanaman ini. Tangek mempunyai nama ilmiah Parmalion pupilaris humb. Sekilas, tangek mirip dengan jangel. Hanya saja, tangek tak mempunyai rumah siput seperti jangel.

Baca Juga:
Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik
Jangan Asal Budidaya, Coba Pahami Faktor Ini Dulu!
Mau Bertanam Metode Roof Garden, Coba Pahami 3 Ciri Tanaman Ini Dulu!

Serangan hama tangek bisa dideteksi dari adanya lubang pada daun tangek. Pada musim kemarau, serangan tangek akan lebih berbahaya ketimbang di musim hujan. Serangan tangek bisa mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas selada yang Anda budidayakan.

Busuk Lunak

Busuk lunak dikenal juga sebagai soft rot. Penyakit tanaman selada ini diakibatkan oleh bakteri Erwinia carotovara. Bagian yang diserang oleh bakteri ini adalah bagian daunnya. Serangan akan mulai tampak pertama-tama pada bagian tepi daun. Ciri utama busuk lunak diawali dengan warna daun menjadi cokelat. Kemudian, daun akan mengalami pelayuan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Bukan hanya menyerang selada yang masih tumbuh di lahan, penyakit busuk lunak juga bisa menyerang selada yang sudah siap diangkut ke pasar. Oleh karena itu, pastikan kembali tanaman yang hendak Anda panen dalam keadaan prima dan optimal.

Busuk Pangkal Daun

Dan yang terakhir yakni ada penyakit busuk pangkal daun yang mengincar tanaman selada milik Anda. Penyebab utama penyakit busuk pangkal daun adalah Felicularia filamentosa. Sama seperti namanya, bagian utama yang diserang oleh penyakit ini yaitu bagian pangkal daun. Anda harus waspada karena penyerangan biasanya terjadi menjelang masa panen.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Hama & Penyakit yang Harus Anda Ketahui Sebelum Budidaya Selada” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik

Hidroponik Milenial

Salah satu teknik bertanam yang sudah lama dikenal tetapi popularitasnya tak pernah memudar adalah metode hidroponik. Sudah banyak bukti nyata bahwa budidaya dengan teknik hidroponik sangat menguntungkan. Sekarang, tak ada salahnya jika milenial ikut ambil peran dalam rantai pertanian modern berbasis teknologi seperti ini.

Metode hidroponik mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan pertanian secara tradisional dan konvensional. Keunggulan ini akan mempermudah petani dan juga mendorong kualitas hasil panennya menjadi lebih maksimal.

Apabila ingin tahu lebih banyak mengenai hidroponik ini, Anda dapat memperoleh seluruh jawabannya di buku Tanya Jawab Hidroponik yang diterbitkan oleh Penebar Swadaya. Buku ini akan membantu Anda memulai usaha hidroponik.

Ada berbagai keuntungan yang akan Anda peroleh bila menerapkan metode hidroponik. Pertama, hidroponik akan memberikan keuntungan berupa produktivitas yang lebih tinggi ketimbang budidaya secara konvensional.

BACA JUGA:
Jangan Asal Budidaya, Coba Pahami Faktor Ini Dulu!
Mau Bertanam Metode Roof Garden, Coba Pahami 3 Ciri Tanaman Ini Dulu!
Ingin Berkebun di Lahan Sempit, Coba Terapkan 10 Inovasi Ini!

Dengan metode hidroponik, Anda bisa membuatnya menjadi bertingkat sehingga jumlah tanaman yang dibudidayakan akan lebih banyak. Hasilnya, saat panen juga akan lebih banyak daripada bertanam secara tradisional meskipun luasan lahan yang digunakan sama.

Keuntungan yang kedua, budidaya dengan metode hidroponik adalah lebih hemat pupuk dan air. Nutrisi dan air yang diberikan pada tanaman akan diserap sepenuhnya oleh tanaman tersebut. Dengan begitu, efisiensi juga akan lebih tinggi.

Air yang dipakai juga akan diputar dan digunakan kembali untuk mengalirkan nutrisi. Oleh karena itu, pemupukan secara intensif seperti pada budidaya konvensional tak dibutuhkan. Tentunya, Anda akan menghemat waktu dan biaya secara signifikan.

Bukan hanya bisa menghemat pupuk dan air, pemberian nutrisi pada media tanam juga dapat dilaksanakan lebih akurat. Keuntungan ini membuat tanaman meperoleh nutrisi sesuai dengan kebutuhannya.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Berikan dosis nutrisi sesuai kebutuhan tanaman hidroponik tersebut. Berbeda jenis tanaman tentu berbeda kebutuhan nutrisinya. Oleh karena itu, penghitungan yang tepat sangat membantu pertumbuhannya.

Karena tumbuh dengan asupan nutrisi yang sama, hasil produksi pun akan lebih seragam ketimbang tanaman yang dibudidayakan di lahan (tanah). Selain itu, produk yang dihasilkan pun akan lebih sehat karena minim penggunaan bahan kimia, baik melalui insektisida, fungisida maupun pengusir hama lainnya.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Ternyata Ini Alasan Milenial Harus Mulai Budidaya Metode Hidroponik dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Jangan Asal Budidaya, Coba Pahami Faktor Ini Dulu!

Pemberian Pakan Bebek yang Benar

Sebelum Anda memulai budidaya bebek, salah satu yang paling penting untuk diketahui yaitu pakan bebek. Pemberian pakan ini harus memerhatikan jenis dan caranya. Dengan begitu, bebek yang diternakkan juga menjadi lebih optimal produktivitasnya.

Bebek petelur dan bebek pedaging membutuhkan jenis pakan berkualitas. Terdapat dua jenis pakan bebek secara umum, yaitu pakan alami dan pakan konsentrat.

Pakan alami bisa Anda temukan sendiri ataupun membeli dari para pengepul, yaitu berupa bekicot dan kepala udang. Pakan alami berupa kepala udang bisa menutrisi kuning telur bebek sehingga mempunyai kandungan omega 3 yang tinggi sehingga lebih diminati konsumen.

Pakan konsentrat bagi peternakan bebek sekarang bisa dibeli di toko kebutuhan ternak. Bukan hanya itu, Anda juga bisa membuat sendiri untuk menghemat biaya. Meramu pakan konsentrat bagi bebek ternak yaitu hal yang lumrah di kalangan peternak.

Adapun tiga jenis pakan konsentrat untuk masing-masing fase pertumbuhan bebek. Pertama, pakan yang diberikan ketika bebek berumur 0—8 minggu. Pakan fase awal ini berbeda dengan bebek fase grower berusia 8—18 minggu dan fase layer ketika berusia 18—27 minggu.

BACA JUGA:
Mau Bertanam Metode Roof Garden, Coba Pahami 3 Ciri Tanaman Ini Dulu!
Ingin Berkebun di Lahan Sempit, Coba Terapkan 10 Inovasi Ini!
Yuk Cari Tau Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Bentuknya, Penasaran?

Perbedaan ini terletak pada kandungan protein. Di awal, protein yang diperlukan berkisar 20%—22%, fase kedua berkisar 17%—19%, dan fase terakhir berkisar 15%—17%. Jumlah total protein ini sudah disesuaikan apabila Anda membeli pakan konsentrat buatan pabrik. Jika membuat sendiri, Anda harus memastikan pakan yang Anda buat mengandung jumlah protein yang cukup.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Bahan baku yang diperlukan untuk membuat pakan konsentrat yaitu jagung giling, dedak halus, dan tepung ikan. Dan sebagai pelengkap, tambahkan pula ubi kayu, bungkil kelapa, dan bungkil kedelai.

Untuk cara pemberian pakan pada bebek ini diberikan berbeda-beda. Bebek yang baru menetas sampai berusia 21 hari, pakan disajikan di baki pakan atau tray feeder. Apabila bebek sudah berusia di atas 21 hari, pakan sudah bisa diberikan dengan cara disebar di lantai. Pemberian ini dilaksanakan secara terus-menerus.

Cara pemberian pakan ini hampir sama dengan pemberian air minum. Pada usia bebek 0—7 hari, air minum diberi tambahan vitamin. Bukan hanya itu, air baru diberikan dalam wadah khusus di dalam kandang secara terus-menerus.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Jangan Asal Budidaya, Coba Pahami Faktor Ini Dulu! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mau Bertanam Metode Roof Garden, Coba Pahami 3 Ciri Tanaman Ini Dulu!

Roof Garden

Ketidakadaan lahan untuk bercocok tanam membuat sebagian besar orang memilih bertanam di tempat-tempat yang tak umum. Untuk salah satunya yaitu memakai bagian atap hunian sebagai lahan bertanam. Teknik bercocok tanam seperti ini dikenal dengan sebutan roof garden. Anda ingin mencoba? Sebelumnya Anda harus tahu jenis tanaman yang cocok untuk roof garden ini. Berikut penjelasan selengkapnya.

Tak perlu lahan yang luas, Anda bisa melaksanakannya di atas hunian Anda secara sederhana. Bercocok tanam di atap ini akan memberikan kesan asri yang mirip dengan roof garden yang ada di hotel-hotel mewah pada umumnya. Adapun syaratnya yaitu menemukan jenis tanaman yang cocok untuk roof garden dengan tepat sebab tak semua tanaman bisa ditanam di atap hunian Anda. Berikut ini beberapa ciri tanaman yang bisa ditanam dengan metode roof garden.

Tahan Sinar Matahari

Tahan terhadap sinar matahari adalah syarat mutlak dari tanaman yang cocok untuk roof garden. Jenis tanaman yang ditanam di atap akan terpapar sinar matahari lebih banyak bila dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di lahan atau di dalam ruangan. Karena itulah, coba pikirkan ulang bila Anda ingin membudidayakan anggrek sebagai tanaman roof garden.

BACA JUGA:
Ingin Berkebun di Lahan Sempit, Coba Terapkan 10 Inovasi Ini!
Yuk Cari Tau Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Bentuknya, Penasaran?
Yuk Intip Metode Tanam Unik dari Jepang, Mau Tau Kan!

Adapun beberapa jenis tanaman yang memerlukan sinar matahari dalam jumlah banyak diantaranya yaitu palem, sikas, bougenville, dan pucuk merah. Jenis tanaman ini tak akan terganggu dengan banyaknya sinar matahari dan justru akan semakin subur jika sinar matahari semakin banyak.

Tanaman Berakar Langsing

Akar tanaman yang tak membesar penting sebagai pertimbangan memilih tanaman yang cocok untuk roof garden. Akar yang membesar bisa merusak dinding dan atap hunian Anda sehingga rawan membahayakan tempat yang Anda tinggali.

Untuk jenis tanaman berakar langsing ini sangat banyak. Contohnya saja kamboja, cemara udang, jeruk, kembang sepatu, dan tanaman belimbing. Pastikan untuk mengecek kondisi tanaman setiap bulan. Jika bagian akar tumbuh terlalu lebat, hal ini bisa berpotensi merusak hunian Anda.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Tanaman Berbatang Lunak

Bukan hanya akar, batang juga harus diperhatikan dalam mencari tanaman yang cocok untuk roof garden. Lebih baik, pilihlah tanaman dengan pertumbuhan yang lambat dan bentuk batang yang lunak. Jenis tanaman ini antara lain seperti pandan, lidah mertua, lili paris, jade plant, dan kucai mini.

Umumnya semakin sering suatu tanaman terkena paparan matahari, medianya akan lebih cepat kering. Mineral pun akan lebih cepat terserap. Akibatnya, tanaman ini memerlukan lebih banyak pupuk dan air ketimbang tanaman di lahan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Mau Bertanam Metode Roof Garden, Coba Pahami 3 Ciri Tanaman Ini Dulu!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ingin Berkebun di Lahan Sempit, Coba Terapkan 10 Inovasi Ini!

Bercocok tanam merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian orang. Kegiatan berkebun ini identik dengan lahan yang luas dan di luar rumah. Karena kecenderungan tersebut sering menjadi penghambat untuk mulai berkebun, apalagi bagi masyarakat di perkotaan.

Manusia terus melaksanakan inovasi. Saat ini, orang bisa berkebun walaupun tak mempunyai lahan, Anda bisa memanfaatkan lahan sempit seperti di rumah untuk berkebun. Sudah bukan jamannya lagi khawatir berkebun di rumah dengan lahan sempit. Banyak sekali metode dan cara unik yang bisa Anda laksanakan untuk membuat kebun sendiri di rumah, berikut inspirasi berkebun di rumah dengan lahan sempit.

1. Ganti Pot dengan Kantong Tanaman

Kantong Tanaman

Proses menanam dengan pot cenderung memerlukan banyak tempat, Anda bisa menggantinya dengan kantong-kantong tanaman. Kantong tersebut kemudian diisi dengan tanah dan ditanami tumbuhan. Untuk memaksimalkan ruang sempit, kantong bisa dipasang dengan cara digantung atau dipasang di dinding.

2. Bikin Kebun Vertikal

Kebun Vertikal

Berkebun dengan cara vertikal sangat cocok dengan kondisi rumah yang lahannya sangat terbatas. Anda bisa berkreasi dengan kebun vertikal dengan meletakan tanaman di dinding, pagar, atau papan.

3. Kebun Sayur Sekaligus Penghias Ruangan

Kebun Sayur Sekaligus Penghias Ruangan

Tanaman hias tidak selalu bunga berwarna-warni. Tanaman lain seperti bumbu dapur juga bisa menjadi penghias ruangan. Anda juga bisa letakkan pot-pot kecil berisi tanaman bumbu dapur seperti daun mint atau basil di sudut-sudut ruangan atau dekat jendela dapur.

4. Manfaatkan Toples Bekas

Manfaatkan Toples Bekas Untuk Tanaman

Umumnya banyak toples bekas yang tak dipakai di rumah. Sekarang Anda bisa memanfaatkannya menjadi media tanam. Tanaman-tanaman penyedap rasa seperti basil, rosemary, atau oregano cocok ditanam di toples bekas.

BACA JUGA:
Yuk Cari Tau Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Bentuknya, Penasaran?
Yuk Intip Metode Tanam Unik dari Jepang, Mau Tau Kan!
Cara Menanam Bonsai, Si Tanaman Kerdil dengan Harga Selangit

5. Hidroponik

Hidroponik

Metode hidroponik merupakan salah satu cara menanam tanpa menggunakan tanah. Cara menanam hidroponik lebih menekankan pada pemenuhan nutrisi tanaman. Dengan media tanam pot atau pipa, berkebun bisa lebih praktis. Kelebihan dari hidroponik yaitu bisa diletakan di dalam atau luar ruangan.

6. Satu Pot Besar Beberapa Tanaman

Satu Pot Besar Beberapa Tanaman

Mungkin Anda malas atau kerepotan merawat tanaman dengan jumlah pot yang banyak. Dengan meletakan beberapa jenis tanaman dalam satu pot besar bisa menjadi solusi terbaik. Siapkan satu pot berukuran besar, kemudian tanam dengan beragam jenis.

7. Gantungin Aja

Gantungin Aja

Untuk memanfaatkan dimensi ruangan, Anda bisa menggantungkan tanaman seperti misalnya di dapur. Tentu saja pastikan tali penggantung kuat menahan beban tanaman dan pot.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

8. Bikin Green House Mini

Bikin Green House Mini

Menanam tanaman dalam sebuah greenhouse fungsinya untuk memanipulasi kondisi lingkungan supaya sesuai dengan karakter tanaman di dalamnya. Greenhouse bisa dibuat sendiri dengan sederhana di rumah, misal dengan model rak kaca yang tembus cahaya. Beberapa tanaman seperti lidah mertua, suplir, atau daun gajah cocok ditanam dengan metode ini.

9. Kebun Bertingkat

Kebun Bertingkat

Kebun bertingkat bisa menjadi cara berkebun di tempat atau lahan sempit. Prinsip dari kebun bertingkat mirip dengan terasering di kawasan pegunungan. Kebun bertingkat bisa menjadi solusi minimnya lahan yang Anda miliki di rumah. Di setiap tingkatan, Anda bisa menanam berdasarkan jenis tumbuhannya.

10. Kebun Dalam Rak

Kebun Dalam Rak

Rak display bertingkat fungsinya untuk meletakkan berbagai pot tumbuhan. Anda bisa meletakkannya di dalam rumah. Tentu saja perhatikan pencahayaan yang cukup Supaya tanaman bisa berfotosintesis.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Ingin Berkebun di Lahan Sempit, Coba Terapkan 10 Inovasi Ini! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Cari Tau Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Bentuknya, Penasaran?

Jenis tanaman hias sangat beragam. Salah satu penggolongan tanaman hias yang paling sering dipakai yaitu berdasarkan bentuknya. Tak hanya itu, tanaman hias juga bisa dikelompokkan dari pola hidupnya.

Apabila Anda ingin membuat sebuah taman, komposisi jenis tanaman hias akan menentukan keindahan suatu taman. Mulai dari tinggi, ukuran, sampai penggolongan khusus. Berikut ini beberapa jenis tanaman hias yang patut diketahui sebelum Anda membuat taman.

Herba dan Semak

Tanaman Hias Semak

Tanaman yang bisa dikategorikan sebagai herba dan semak yaitu tumbuhan yang memiliki batang kecil dan sedikit mengayu. Tanaman ini memiliki percabangan rendah atau menempel pada tanah. Anda bisa bertanam kemangi, seledri, ataupun ketumbar yang tak hanya bisa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur juga bisa mempercantik ruangan.

Perdu

Perdu memiliki ukuran lebih besar dibandingkan semak, serta mempunyai percabangan yang relatif lebih tinggi. Umumnya, perdu adalah pohon berbatang tegak. Jenis tanaman hias perdu diantaranya yaitu kembang sepatu dan kaca piring.

Tanaman Merambat

Tanaman Hias Merambat

Tak sama dengan perdu ataupun semak, terdapat jenis tanaman lain dengan batang kecil yang tumbuh merambat. Tanaman ini membutuhkan sandaran dalam pertumbuhannya. Contoh tanaman hias merambat yaitu alamanda, bugenvil, samapi lampion irian.

Pohon

Tanaman Hias Pohon

Sebutan pohon disematkan bagi tanaman yang berbatang besar dengan percabangan yang tinggi dan terletak di atas tanah. Adapun beberapa pohon yang bisa dikategorikan ke dalam tanaman hias yaitu pohon glodogan, pohon tanjung, dan pohon bodi.

Tanaman Air

Tanaman Hias Air

Tanaman hias air sangat beragam. Tanaman ini cocok ditanam terutama jika Anda mempunyai kolam ikan. Beberapa jenisnya yaitu teratai, paku ekor kuda, dan tipa. Cara menanamnya juga tak sulit, Dan juga dengan perawatannya karena tak membutuhkan penyiraman secara rutin.

BACA JUGA:
Yuk Intip Metode Tanam Unik dari Jepang, Mau Tau Kan!
Cara Menanam Bonsai, Si Tanaman Kerdil dengan Harga Selangit
Jenis Kendala Saat Budidaya Hidroponik dan Cara Ampuh Penanganannya

Palem

Tanaman Hias Palem

Menghias taman akan terasa kurang tanpa kehadiran tanaman ini. Palem adalah kelompok famili Palmae. Anda bisa bertanam banyak jenis palma mulai dari phunix, lontar, palem segitiga, kamedoria, kariota, aren, sampai ekor tupai.

Bentuk palem juga sangat beragam. Ada palem dengan ukuran yang besar dan ada juga palem hias mini. Palem berukuran kecil ini cocok ditanam dalam pot dan diletakkan di teras ataupun bagian dalam rumah Anda.

Bambu

Tanaman Hias Bambu

Famili Graminae atau Poaceae, lebih dikenal sebagai bambu, juga bisa dipakai sebagai tanaman untuk mempercantik halaman rumah. Sama seperti palem, jenis dan ukuran bambu hias juga sangat beragam. Mulai dari rumput air, bambu kuning, sampai dengan rumput sate.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Paku-pakuan

Tanaman Hias Paku Pakuan

Paku-pakuan adalah tanaman tanpa batang sebab tubuhnya langsung menancap pada tanah atau tanaman inangnya. Beberapa famili paku-pakuan hias yaitu Polypodiaceae, Pteridaceae, Selaginellaceae, Oleandraceae, Davalliaceae, Marattiaceae, dan Aspleniaceae.

Kaktus dan Sukulen

Tanaman Hias Kaktus Sukulen

Apabila Anda ingin bertanam tanaman hias yang tak terlalu memerlukan banyak air, Anda bisa bertanam kaktus ataupun sukulen. Tanaman ini merupakan jenis tanaman lunak yang tak berkayu. Batangnya bisa dipakai untuk menyimpan air. Contoh tanaman ini yaitu Neoregelia sp., Aloe sp., dan Mammilaria elongata.

Tanaman Buah

Tanaman Hias Buah

Beberapa jenis tanaman buah juga bisa sekaligus dipakai sebagai tanaman hias pekarangan. Umumnya tanaman buah ditanam di halaman seperti pohon durian, pohon rambutan, dan pohon pala.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Yuk Cari Tau Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Bentuknya, Penasaran? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Intip Metode Tanam Unik dari Jepang, Mau Tau Kan!

Kokedama

Jual Plastik Ultraviolet Kualitas Terbaik – Lim Corporation

Negara Jepang ternyata tak hanya terkenal dengan seni merangkai bunga ikebana. Dalam kurun waktu terakhir metode menanam tanaman dengan cara unik dari negeri matahari terbit itu juga tengah populer, kokedama namanya. Ternyata cara membuatnya cukup mudah, lho!

Nah, kokedama sendiri berasal dari kata Jepang, yaitu koke yang artinya lumut dan dama artinya bola. Jadi, tanaman diolah dengan membungkus akar memakai tanah dan lumut kering sehingga berbentuk bulat. Wadah atau pot sama sekali tak diperlukan dalam proses ini. Untuk Anda yang tinggal di apartemen, umumnya keterbatasan lahan seringkali menjadi masalah tersendiri.

Oleh sebab itu, tak aneh bila banyak orang yang tinggal di apartemen kecil kesulitan untuk membuat taman. Akan tetapi, sekarang Anda tak perlu khawatir lagi dengan masalah ini. Karena hadirnya metode kokedama ini bisa menjadi solusi untuk Anda yang ingin menghadirkan taman kecil di ruangan yang terbatas. Bukan hanya membuat ruangan lebih asri, tanaman ini juga bisa menyaring udara juga lho. Untuk itu simak ulasan di bawah ini yuk supaya tau cara membuatnya!

Alat & Bahan yang Dibutuhkan

Secara tradisional, tanaman yang sering dipakai untuk dijadikan kokedama yaitu berasal dari pohon bonsai. Tetapi, Anda juga bisa memakai tanaman lain yang berakar kecil dan cocok ditempatkan di area yang tak terang. Karena lumut yang dipakai bukanlah jenis yang cocok terkena sinar. Inilah alat dan bahan yang harus disiapkan:
* Tanaman pilihan
* Lumut jenis spaghnum atau sheet yang bisa Anda temukan di toko kerajinan tangan
* Pupuk kompos untuk bonsai atau kombinasi tanah bonsai dan lumut gambut
* Tali atau benang tebal
* Mangkok
* Sarung tangan berkebun

BACA JUGA:
Cara Menanam Bonsai, Si Tanaman Kerdil dengan Harga Selangit
Jenis Kendala Saat Budidaya Hidroponik dan Cara Ampuh Penanganannya
Anggur Hitam, Buah dengan Segudang Manfaat dan Khasiat

Dan untuk jenis tanamannya, Anda bisa memilih tumbuhan indoor yang bisa hidup hanya dengan sedikit sinar matahari dan air, seperti contohnya:
* Monstera,
* Monstera Obliqua,
* Peace Lily,
* Sirih Gading,
* Succelent, dan
* String of Heart.

Jenis tanaman yang disebutkan di atas ini hanya perlu disiram seminggu sekali, sangat cocok untuk masyarakat urban yang hanya bisa mengurus tanaman ketika akhir pekan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Cara Pembuatan Kokedama

1. Ambilah tanaman yang akan dipakai dari pot, kemudian sisihkan tanah yang masih menempel pada akarnya.

2. Apabila sudah bersih, bungkus akar tanaman dengan gumpalan lumut spaghnum sampai tertutupi semuanya, tekan-tekan sedikit supaya semuanya bersatu, dan sisihkan.

3. Siapkan mangkok, setelah itu tuangkan pupuk kompos atau campuran tanah bonsai dan lumut gambut kering. Berikan tambahan sedikit air perlahan-lahan sampai teksturnya menjadi lembut dan seluruhnya bersatu serta tertempel.

4. Selanjutnya masukkan tanaman ke dalam mangkok dan selubungi seluruhnya dengan tanah. Angkat tanaman, kemudian mulai membuat gumpalan berbentuk bulat. Untuk ukurannya bisa Anda sesuaikan dengan keinginan.

5. Sesudah akar tanaman tertutupi tanah, kembali lapisi bagian tersebut dengan memakai beberapa lapisan lumut kering. Lebih baik lagi jika Anda memilih jenis lumut sheet untuk proses ini.

6. Tahap terakhir, pakailah tali yang sudah Anda siapkan kemudian lilit gumpalan tanah serta lumut dengan pola yang Anda inginkan. Selanjutnya ikat bagian akhirnya dengan kencang supaya bola tanah dan lumut bersatu dengan baik.

Cara Penggunaan & Perawatan

Tanaman kokedama yang sudah jadi bisa Anda tambahkan tali supaya tanaman tersebut bisa digantung. Karena itulah tanaman ini cocok untuk Anda yang tak mempunyai area rumah yang besar. Anda juga bisa memajangnya di piring atau beberapa wadah unik lainnya. Kokedama tak perlu perawatan yang ribet! Cukup menyemprotkan air bersih di gumpalan bola ketika sudah tampak kering. Laksanakan penyemprotan tersebut sekitar 10 sampai 15 menit saja. Gampang, bukan? Coba praktikkan di rumah, yuk!

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Yuk Intip Metode Tanam Unik dari Jepang, Mau Tau Kan!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3