Dibalik Fungsinya Untuk Hidangan, Ternyata Ceri Sangat Bermanfaat Bagi Tubuh Lhoo!

Manfaat Tanaman Ceri
Dibalik Fungsinya Untuk Hidangan, Ternyata Ceri Sangat Bermanfaat Bagi Tubuh Lhoo!

Jual Plastik UV Untuk Budidaya Greenhouse – Lim Corporation

Buah dengan warna merah cerah ini banyak dipakai sebagai hiasan makanan ataupun minuman. Tak banyak yang tahu bahwa buah ini bisa tumbuh di banyak negara di dunia. Mulai dari Asia, Australia, Eropa, sampai dengan Amerika, buah ceri banyak dibudidayakan. Dan bahkan, musim tanam ceri berbeda-beda di setiap wilayah.

Ceri adalah anggota dari marga Prunnus. Tanaman ini masih satu kerabat dengan banyak buah populer lain seperti apel, pir, dan arbei. Buah ini menjadi salah satu buah yang populer, produksi ceri di dunia bahkan mencapai sampai 3 juta ton per tahun.

Popularitas buah ceri ini tak lepas dari pesonanya sebagai penghias hidangan. Bukan hanya itu, buah ceri juga banyak terdapat kandungan manfaat yang baik bagi tubuh. Konsumsi buah ceri secara rutin mampu menurunkan jumlah kadar asam urat dalam tubuh. Ceri juga memiliki kandungan anti-oksidan yang tinggi dalam bentuk antosianin, yakni zat warna pada buah cerah tersebut.

Musim tanam ceri di berbagai belahan dunia cukup berbeda-beda. Buah yang satu ini bisa tumbuh dalam kurun waktu yang sangat singkat. Waktu yang paling tepat untuk memanen buah ceri yaitu ketika musim panas.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Tanaman ini merupakan pohon beriklim sedang, biji ceri memerlukan udara dingin untuk bisa tumbuh. Hal ini karena tanaman ceri adalah pohon yang merevolusi untuk mencegah perkecambahan pada musim gugur. Biji tersebut belum akan muncul ketika musim dingin. Dengan demikian, musim tanam ceri yang paling tepat yaitu ketika musim gugur.

Lubang untuk membudidayakan tanaman ceri dibuat ketika musim gugur sesudah suhunya berubah turun. Sementara, bibit tanaman ceri tersebut baru akan menampakkan dirinya ketika musim semi.

Baca Juga:
Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler
Budidaya Tanaman Cabai Merah Dengan Inovasi Cut Back, Mau Tau Caranya?
Anda Wajib Tau! 10 Unsur Penerapan Teknologi Saat Budidaya Padi
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Sampai masa berbuah yang pertama, tanaman ini memerlukan waktu 3-4 tahun. Buah yang muncul juga belum sempurna. 7 tahun sesudah masa tanam barulah buah akan mengalami kematangan yang sempurna.

Cuaca yang dingin membuat tanaman ini tak bisa dibudidayakan di negara beriklim tropis. Indonesia merupakan salah satu negara yang tak bisa ditumbuhi oleh tanaman ceri. Seluruh keperluan buah ceri di Indoensia diperoleh dari impor yang asalnya dari negara penghasil ceri.

Di Australia dan Selandia Baru, masa puncak panen ceri berlangsung pada akhir Desember. Hal ini karena musim panas di negara-negara sisi selatan bumi mengalami musim panas pada bulan tersebut.

Sementara, di belahan bumi utara seperti Eropa Selatan dan Amerika Utara, Juni adalah musim puncak panen buah ceri. Di Kanada tak jauh berbeda. Panen buah ceri di negara bersimbol daun mapel ini mengalami musim panen buah ceri pada Juli sampai Agustus. Sementara di Inggris, kebanyakan ceri akan bisa dipanen secara maksimal pada bulan Juli.

Demikian penjelasan mengenai artikel berjudul “Dibalik Fungsinya Untuk Hidangan, Ternyata Ceri Sangat Bermanfaat Bagi Tubuh Lhoo!”. Semoga penjelasan artikel tersebut bisa bermanfaat bagi Anda.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Plastik UV untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik UV dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Kenalkan 5 Teknologi Baru Bidang Pertanian di Indonesia, Mau Tau?

59333206 - tractor spraying glyphosate pesticides on a corn field
Kenalkan 5 Teknologi Baru Bidang Pertanian di Indonesia

Jual Plastik Ultraviolet Harga Murah – Lim Corporation

Tak begitu banyak yang tahu bahwa Indonesia juga mempunyai inovator dalam bidang teknologi pertanian. Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, melaksanakan kerja sama dengan para peneliti untuk mengembangkan teknologi di sektor pertanian. Hasilnya, berbagai macam teknologi untuk pertanian pun sudah tercipta.

“Kami akan segera terbitkan buku 500 Teknologi Inovatif Pertanian dalam waktu dekat ini,” kata Agung Hendriadi, Sekretaris Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, kepada Jitunews di Jakarta. Ia mengatakan, dalam buku tersebut akan berisi seluruh penelitian yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian, mulai dari varietas baru berbagai macam tanaman, perkembangan alat dan mesin pertanian, sampai pengembangan produk pertanian.

Adapun 5 teknologi pertanian dari berbagai inovator tersebut yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian. Dari kelima teknologi ini sudah mendapatkan lisensi dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI):

1. Alat Pengering Cepat Kedelai Brangkasan
Alat yang dirancang oleh I Ketut Tastra dari Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian ini bisa mencegah turunnya mutu benih kedelai akibat terlambatnya proses pengeringan. Komponen alatnya, antara lain drum pemanas udara, dua kompor minyak tanah sebagai sumber panas, dan sebuah blower untuk menghisap dan menghembuskan udara panas.

Apabila dibandingkan dengan alat pengering konvensional, alat ini bisa mempercepat proses pengeringan jadi mampu menghemat waktu pengeringan dari 8 hari menjadi 1 hari. Tak hanya itu, teknologi pengering ini juga bisa meningkatkan mutu (daya tumbuh) benih kedelai sampai mencapai 90,3%.

2. Tarikan Matrik Tanah Liat
Sistem irigasi pertanian konvensional yang memasok air dari permukaan tanah dinilai tak efektif, terutama pada tanah dengan tekstur berpasir. Air tanah akan tertahan dan terlindung di bawah tanah dengan tekstur berpasir tersebut. Jadi harus sebuah alat yang bisa menarik air dari bawah permukaan ke atas permukaan supaya tersedia air bagi tanaman. Dengan kondisi tersebut, Subowo dari Balai Penelitian Tanah merancang teknologi yang disebut tarikan matrik tanah liat ini.

Bentuk alat ini sangatlah sederhana, yaitu plumpung yang terdiri dari silinder dengan lubang-lubang vertikal ataupun miring. Teknologi tarikan matrik tanah liat bisa mengatasi kendala kekurangan air bagi tanaman pada lahan dengan tekstur berpasir.

Baca Juga:
Dibalik Rasa Manisnya, Ternyata Pepaya Menyimpan Ribuan Manfaat Untuk Tubuh
Kurangnya Suplai Pada Pasar, Membuat Potensi Bisnis Kroto Sangat Menjanjikan
Iniloh! 5 Perkembangan Teknologi Pertanian Di Masa Depan

3. Instalasi Pengolah Limbah untuk Biogas, Pupuk Cair, dan Pakan Ternak
Instalasi ini bisa mengolah limbah ternak yang terbuang menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti biogas, pupuk organik cair, dan bahan pakan ternak. Tak hanya itu, dengan menmakai instalasi ini limbah ternak bisa terkelola dengan baik. Jika limbah ternak tak dikelola dengan tepat, maka akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang serius.

Perancang instalasi pengolah limbah untuk biogas, pupuk cair, dan pakan ternak yaitu Suprio Guntoro dan 7 orang lainnya dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

4. Alat Irigasi Tipe Sprinkler Berjalan untuk Rumah Kaca
Alat berkonstruksi kokoh ini dirancang sesuai dengan keperluan sistem irigasi di rumah kaca. Namun, tak menutup kemungkinan alat ini juga bisa dipakai di areal terbuka. Salah satu fungsinya, yaitu bisa bergerak maju-mundur untuk memberikan air dengan ukuran partikel, waktu, dan jumlah sesuai dengan keperluan tanaman.

Alat irigasi tipe sprinkler berjalan untuk rumah kaca dirancang oleh Teguh Wikan Widodo bersama 4 orang lainnya dari Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian. Keunggulan atau kelebihan alat irigasi tipe sprinkler berjalan tersebut yaitu sifatnya yang fleksibel karena bisa diatur tinggi-rendahnya jadi bisa disesuaikan dengan tinggi tanaman. Jadi aplikasi air untuk irigasi lebih efisien.

5. Perangkat Uji Cepat Tanah Kering (PUTK)
Alat pengukur serta cairan formula kimia untuk menentukan status hara, P, K, bahan organik, pH, dan keperluan kapur di lahan kering adalah bagian dari perangkat uji cepat tanah kering. Teknologi ini memungkinkan penyuluh lapangan atau kelompok tani untuk menganalisis unsur-unsur yang ada pada lahan kering.

Jadi berdasarkan analisis tersebut, mereka bisa membuat rekomendasi pemupukan untuk padi gogo, jagung, dan kedelai di tanah kering. Alat yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanah ini dikemas dengan praktis, gampang untuk dibawa, dan bisa diisi ulang.

* Info lengkap mengenai harga Plastik UV silahkan klik http://bit.ly/hargaplastikuv

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Plastik UV atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk greenhouse atau penjemuran atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Aeroponik, Teknik Unik Ramah Lingkungan

Aeroponik berasal dari kata aero ialah udara dan ponus ialah daya. Jadi sederhananya sistem menanam menggunakan teknik aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam di udara tanpa melibatkan penggunaan tanah.

Sebenarnya kalau melihat proses yang sesungguhnya di lapangan, teknik aeroponik lebih tepatnya merupakan suatu tipe hidroponik (memberdayaakan air) karena air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Cara menyemprotkan air dan nutrisi diantaranya menggunakan irigasi sprinkler.

Cara Kerja Sistem Aeroponik
Terdapat tiga jenis sistem aeroponik;
1. Tekanan rendah (simpel),
2. Tekanan tinggi (menengah),
3. Sistem aeroponik komersial.

Sistem aeroponik simpel adalah sistem yang mudah untuk dipraktekkan. Tetapi tentu saja karena sederhana konsekuensinya tidak terlalu efektif. Teknik ini menggunakan air nutrisi yang disemprotkan dengan pompa kecil / jet untuk memberikan nutrisi ke tanaman.

kentang aeroponik

Sistem aeroponik tekanan tinggi ialah dengan cara memakai pompa yang tekananya tinggi dan yang mampu menyemprotkan larutan yang kaya nutrisi ke akar. Sistem ini sudah dirancang dengan perangkat untuk pemurnian udara/air, polimer khusus, dan metode sterilisasi hara.

Alat Bahan dan Media Tanam Aeroponik
Alat – alat yang digunakan dalam teknik aeroponik ini antara lain sebagai berikut :
1. Jaringan Irigasi Sprinkler
2. Jet Pump (pompa air)
3. Nozzle Sprinkler
4. Pipa Paralon/PVC
5. Pipa Etilen
6. Rokcwool
7. Styrofoam
8. Larutan Nutrisi
9. Bibit Tanaman

Baca Juga :
Greenhouse Tempat Budidaya Paprika Hidroponik
Budidaya Paprika Hidroponik
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Unik! Buidaya Cabai Rainbow “Pedas”nya Kecantikan Cabai

Cara menggunakan sistem aeroponik secara sederhana ialah sebagai berikut:
Styrofoam yang diberi lubang tanam dengan jarak sekitar 15 cm, dan di ganjal menggunakan rockwool untuk menaruh semaian sayuran yang nanti akan ditancapkan pada lubang tanam. Dibawah styrofoam terdapat alat bernama sprinkler yang mengeluarkan kabut larutan yang berisi nutrisi-nutrisi ke atas hingga mengenai akar diatas itu juga terdapat bagian akar tanaman akan tumbuh menjalar ke bawah.

aeroponik

Sprinkler dapat menyiram tanaman yang sesuai jadwal, dapat juga mendistribusi air di permukaan tanah secara terus-menerus selama produksi tanaman dan jumlah air yang sama dengan tenaga kerja rendah. Pengabutan bisa diatur secara otomatis, on – off bergantian memakai timer, asal durasi matinya (off) tidak lebih dari 15 menit karena dikhawatirkan tanaman akan menjadi layu. Larutan nutrisi yang melekat pada akar akan masih tetap ada dalam kisaran waktu 15 menit. Pancaran atau pengabutan juga dapat diberikan hanya pada waktu siang hari saja. Tetapi, sistem ini tidak dianjurkan karena kesempatan pemberian nutrisi pada tanaman menjadi kurang maksimal.

Keuntungan dari Sistem Aeroponik
Aeroponik merupakan kesempatan besar bagi petani yang tidak mempunyai media tanam tanah kosong, karena aeroponik tidak perlu menggunakan tanah, tetapi media tanamnya ialah styrofoam.

Sayuran yang ditanam menggunakan sistem aeroponik terbukti mempunyai kualitas yang sangat baik, segar, dan memiliki citarasa yang tinggi. Sayuran aeroponik dapat mengisi peluang kebutuhan tingkat masyarakat menengah ke atas.