Aeroponik, Teknik Unik Ramah Lingkungan

Aeroponik berasal dari kata aero ialah udara dan ponus ialah daya. Jadi sederhananya sistem menanam menggunakan teknik aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam di udara tanpa melibatkan penggunaan tanah.

Sebenarnya kalau melihat proses yang sesungguhnya di lapangan, teknik aeroponik lebih tepatnya merupakan suatu tipe hidroponik (memberdayaakan air) karena air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Cara menyemprotkan air dan nutrisi diantaranya menggunakan irigasi sprinkler.

Cara Kerja Sistem Aeroponik
Terdapat tiga jenis sistem aeroponik;
1. Tekanan rendah (simpel),
2. Tekanan tinggi (menengah),
3. Sistem aeroponik komersial.

Sistem aeroponik simpel adalah sistem yang mudah untuk dipraktekkan. Tetapi tentu saja karena sederhana konsekuensinya tidak terlalu efektif. Teknik ini menggunakan air nutrisi yang disemprotkan dengan pompa kecil / jet untuk memberikan nutrisi ke tanaman.

kentang aeroponik

Sistem aeroponik tekanan tinggi ialah dengan cara memakai pompa yang tekananya tinggi dan yang mampu menyemprotkan larutan yang kaya nutrisi ke akar. Sistem ini sudah dirancang dengan perangkat untuk pemurnian udara/air, polimer khusus, dan metode sterilisasi hara.

Alat Bahan dan Media Tanam Aeroponik
Alat – alat yang digunakan dalam teknik aeroponik ini antara lain sebagai berikut :
1. Jaringan Irigasi Sprinkler
2. Jet Pump (pompa air)
3. Nozzle Sprinkler
4. Pipa Paralon/PVC
5. Pipa Etilen
6. Rokcwool
7. Styrofoam
8. Larutan Nutrisi
9. Bibit Tanaman

Baca Juga :
Greenhouse Tempat Budidaya Paprika Hidroponik
Budidaya Paprika Hidroponik
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Unik! Buidaya Cabai Rainbow “Pedas”nya Kecantikan Cabai

Cara menggunakan sistem aeroponik secara sederhana ialah sebagai berikut:
Styrofoam yang diberi lubang tanam dengan jarak sekitar 15 cm, dan di ganjal menggunakan rockwool untuk menaruh semaian sayuran yang nanti akan ditancapkan pada lubang tanam. Dibawah styrofoam terdapat alat bernama sprinkler yang mengeluarkan kabut larutan yang berisi nutrisi-nutrisi ke atas hingga mengenai akar diatas itu juga terdapat bagian akar tanaman akan tumbuh menjalar ke bawah.

aeroponik

Sprinkler dapat menyiram tanaman yang sesuai jadwal, dapat juga mendistribusi air di permukaan tanah secara terus-menerus selama produksi tanaman dan jumlah air yang sama dengan tenaga kerja rendah. Pengabutan bisa diatur secara otomatis, on – off bergantian memakai timer, asal durasi matinya (off) tidak lebih dari 15 menit karena dikhawatirkan tanaman akan menjadi layu. Larutan nutrisi yang melekat pada akar akan masih tetap ada dalam kisaran waktu 15 menit. Pancaran atau pengabutan juga dapat diberikan hanya pada waktu siang hari saja. Tetapi, sistem ini tidak dianjurkan karena kesempatan pemberian nutrisi pada tanaman menjadi kurang maksimal.

Keuntungan dari Sistem Aeroponik
Aeroponik merupakan kesempatan besar bagi petani yang tidak mempunyai media tanam tanah kosong, karena aeroponik tidak perlu menggunakan tanah, tetapi media tanamnya ialah styrofoam.

Sayuran yang ditanam menggunakan sistem aeroponik terbukti mempunyai kualitas yang sangat baik, segar, dan memiliki citarasa yang tinggi. Sayuran aeroponik dapat mengisi peluang kebutuhan tingkat masyarakat menengah ke atas.

Advertisements

Greenhouse Tempat Budidaya Paprika Hidroponik

PERSEMAIAN

Nyaris sama juga dengan komoditi yang lain, komoditi paprika dengan system hidroponik juga dikerjakan pembibitan terlebih dulu. Periode pembibitan awal dari system dari bercocok tanam yang begitu utama lantaran bakal memastikan sukses tidaknya tanaman pada saat produksi.

A. Persiapan

Fasilitas, alat, serta bahan yang perlu disiapkan yaitu Nursery, Tray semai/wadah, Benih (contoh benih paprika yang ada seperti spertacus F1, Goldflame F1, Kelvin F1), Media semai (Rockwool-Grodan/Sekam bakar, dan lain-lain), Thermometer serta Hygrometer, Pinset, Ruangan semai/almari semai serta Alat semprot (hand sprayer).

tomat-hidroponik

B. Aspek yang Memengaruhi

Terdapat banyak aspek yang memengaruhi kesuksesan dalam persemaian/pembibitan diantaranya kwalitas benih, type media yang dipakai, suhu serta kelembapan, intensitas sinar serta tehnis pembibitan.

A. Sanitasi Greenhouse

Aktivitas ini adalah aktivitas untuk bersihkan greenhouse dari rumput atau bekas tanaman yang lain, sampah serta benda-benda yang lain yg tidak dikehendaki.

B. Sterilisasi Greenhouse

Sterilisasi dikerjakan dengan maksud untuk bersihkan semua greenhouse dari mikroorganisme (telur/larva, virus, bakteri serta fungi) yang bisa merugikan tanaman.

PERSIAPAN TANAM

• Sebelumnya media diletakkan, terlebih dulu media dimasukkan dalam plastik slab atau     pot.
• Apabila memakai plastik slab, ukuran yang umum dipakai yaitu 100 x 25 cm apabila memakai polybag, ukurannya 35 x 40 cm
• Media yang umum dipakai yaitu sekam bakar, rockwool-grodan atau cocopeat.
• Plastik mulsa dipasang pada permukaan bedengan atau dibawa slab agar kar tanaman tak kerancuan/masuk dalam tanah.
• Lalu media itu diatur di dalam greenhouse sesuai sama jarak tanam yang dikehendaki (di Lembang standard antar bedengan ± 140 cm serta antar tanaman ± 50cm
• Buat lubang tanam dengan diameter ± 15 cm pada permukaan slab (bila memakai system slab)

paprika hidrrooponik

PENYIRAMAN DAN PEMUPUKAN

Pemupukan serta Penyiraman (fertigasi) pada budidaya system hidroponik biasanya dikerjakan dengan cara berbarengan. Tehnis fertigasi dapat dikerjakan dengan manual atau system irigasi tetes (drip irrigation sistem), namun yang paling baik untuk fertigasi yaitu dengan system irigasi tetes yang berkwalitas baik dengan hal tersebut fertigasi dapat rata, tenaga kerja tidaklah terlalu banyak, menghemat saat (kurun waktu singkat dapat menyiram tanaman dalam jumlah yang banyak)

Baca Juga :
Usaha Leci, Rasakan Manis Gurihnya Keuntungan!
Budidaya Paprika Hidroponik
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Unik! Buidaya Cabai Rainbow “Pedas”nya Kecantikan Cabai

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Mencegah serta pengendalian bisa dikerjakan lewat cara :
• Melindungi kebersihan, buang bekas tanaman/gulma jauh dari tempat greenhouse/masuk bak sampah serta dibakar.
• Sterilisasi greenhouse (pakai lysol, formalin, serta pestisida) ini mesti dikerjakan tiap-tiap awal musim tanam/sebelumnya tanam diawali.
• Menempatkan bak disenfeksi kaki untuk menghindar masuknya telur/larva hama serta patogen penyakit yang terbawa oleh alas kaki.
• Memakai varietas yang resisten
• Tanaman yang terkena penyakit (virus, bakteri) dimasukkan ke kantong/karung plastik lantas buang jauh dari tempat greenhouse/dibakar.
• Biologis, dengan memakai musuh alami (predator), namun langkah tersebut di Indonesia masihlah tidak sering dikerjakan.
• Pakai susu skim (kandungan protein minimum 35%) dengan konsentrasi 100 gr/1 liter airuntuk hindari terjadinya penularan virus ketika miwil (prunning)
• Kimiawi (pestisida), ini bakal jadi bagus bila pemakaiannya pas dalam penentuan type, konsentrasi serta volume semprot. Selain itu dapat memiliki dampak kurang baik bila dalam pemakaiannya salah. Untuk hindari terjadinya kekeliruan, membutuhkan pengetahuan tehnis serta alat (nozzle) kwalitas tinggi.
• Kerjakan pengendalian berbarengan dengan kebun di sekitar (kebun tetangga) agar ingindalian hama serta penyakit mungkin saja semakin lebih efisien
Satu hal butuh di perhatikan dampak pestisida pada kesehatan petani, customer, serta lingkungan. Untuk hindari hal itu mesti memakai pengaman seperti jas/baju semprot, sarung tangan, masker, kacamata serta pengaman yang lain.

Unik! Budidaya Cabai Rainbow “Pedas”nya Kecantikan Cabai

     Warnanya yang mencolok dan rasanya yang tidak terlalu pedas, membuat cabe rainbow atau yang dikenal dengan nama cabe pelangi kini mulai menjadi barang buruan kalangan penghobi tanaman cabe. Cabe yang memiliki varian warna lebih dari satu ini sedang menjadi tren terutama di dunia agribisnis tanaman hias.

     Media tanam Cabe Pelangi terbagi menjadi 2, yaitu dengan pot/polybag kecil dan media tanah. Jika menggunakan media tanah lansung jarak antar tanaman satu dengan yang lainnya yang ideal ialah 1 meter.

rainbow chili
Gunakan tanah humus agar pertumbuhan pohon optimal. Campurkan tanah humus dengan ampas teh dengan perbandingan 2:1 aduk hingga merata.
Sebelum tanah dituangkan ke dalam wadah usahakan wadah dalam kondisi kering, karena jika dalam kondisi basah tanah bisa tumbuh jamur dan terkontaminasi sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Sebelum penyemaian, rendam dahulu biji cabe dengan cairan pupuk organik dengan takaran 1 tutup botol cairan organik ditambah dengan 4 liter air, biarkan selama 2 jam. Hal itu bertujuan sebagai perangsang agar cangkang cabe pecah dan mudah untuk berkecambah.

  1. Penyemaian Cabe Pelangi

    1. Buat lubang kecil sedalam 1 cm pada media tanam pot. Jika media tanam adalah tanah maka biji cabe hias diletakkan begitu saja lalu tutup dengan tanah kira-kira setengah cm.
    2. Letakkan persemaian di tempat teduh, usahakan tanah dalam kondisi tak banyak terlalu mengandung air.
    3. Setelah usia 1 minggu berikan pupuk organik dengan takaran 1 cangkir pupuk dicampur dengan 4 liter air dan diamkan selama 1 hari 1 malam.
    4. Siram masing-masing tanaman sampai basah menyeluruh, lakukan penyiraman setiap 1 atau 2 minggu sekali secara berkesinambungan.
    5. Hindari pemakaian wadah besi dalam penyiraman, karena bakteri baik yang terkandung dalam pupuk akan menempel pada besi.
    6. Setelah disemai dalam waktu 4 hari sampai 3 minggu cabe sudah mulai berkecambah.
    7. Pindahkan tanaman cabe ke tempat yang cukup tersinari matahari ketika cabai hias sudah tumbuh 4 helai daun. Namun hindari paparan sinar matahari yang begitu terik karena bibit bisa layu sehingga pertumbuhannya kurang optimal.
    8. Jika tanaman cabai sudah memiliki 4-6 helai daun maka dapat dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar. Minimal diameter 25 cm, jika pot lebih besar akan lebih baik bagi pertumbuhan tanaman.
    9. Dalam memindahkan tanaman usahakan agar akar tanaman tidak rusak.

cabai indah
Cabai Rainbow
  1. Panen Dan Perawatan

    1. Tanaman cabe sudah berbuah dan bisa dipanen ketika sudah berumur 5 bulan
    2. Waktu memanen yang tepat ialah siang hari agar petani bisa lebih jeli membedakan mana cabe yang belum masak dan cabe yang sudah siap panen.
    3. Petik tiap ujung tangkai cabe dengan tangan langsung secara satu per satu agar cabe tak rusak.
    4. Untuk pembibitan, iris daging buah cabe ambil biji cabe menggunakan pinset lalu diamkan biji cabe dalam waktu satu hari dengan cara diangin-anginkan hingga kering. Hal itu dilakukan untuk menghindari tumbuhnya jamur yang menyebabkan kebusukan.
    5. Setelah kering, biji cabe sudah bisa dimasukkan ke dalam kemasan dan siap untuk dipasarkan.
    6. Pasca panen lakukan pemotongan pada bagian ranting atau daun yang sudah tua. -Daun tua memiliki ciri fisik berwarna hijau pekat dan bertekstur keras.
    7. Potong bagian ranting atau daun tua menggunakan gunting dengan posisi menyamping. Untuk mendapatkan hasil maskimal potong bagian ranting yang dekat dengan daun (sekitar lokasi pemotongan masih memiliki daun).
    8. Dalam 1 pohon bisa dilakukan lebih dari 1 kali pemotongan tergantung dengan jumlah daun tua.
    9. Daun tua atau ranting yang sudah dipotong akan tumbuh dan mengeluarkan bunga kembali dalam waktu 1 bulan.

Baca Juga :
Usaha Leci, Rasakan Manis Gurihnya Keuntungan!
Budidaya Paprika Hidroponik
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

 

  1. Mengatasi Hama

    1. Untuk mengatasi hama kutu daun bisa menggunakan aneka rempah-rempah yang bersifat hangat seperti jahe, cengkeh, sereh, merica, bawang putih dan bawang merah.
    2. Giling halus semua rempah dan campurkan dengan air, sebagai catatan warna air harus tetap keruh (karena jika terlalu banyak air, warna akan bening).
    3. Berikan putih telur sesuai takaran pembuatan, putih telur bertujuan sebagai perekat pupuk pada tanaman.
    4. Pemberiannya, saring racikan pupuk dan diamkan selama 3-4 hari dengan kondisi wadah tertutup rapat agar aroma rempah tak hilang.
    5. Semprotkan pupuk secara berkala pada bagian tanaman yang terkena hama kutu daun. Dalam waktu beberapa hari ke depan tanaman akan kembali pulih.
    6. Potong dan buang bagian ranting yang sudah terserang hama cukup parah. Semprotkan pupuk pada bagian yang dipotong sebagai sarana pembersihan dari     telur kutu daun agar tanaman dapat tumbuh subur kembali.

 

Sekian dari artikel ini, semoga bermanfaat.

Usaha Leci, Rasakan Manis Gurihnya Keuntungan!

 

Selama ini, buah leci lebih banyak dijumpai dalam bentuk olahan. Lazimnya, digunakan sebagai campuran es buah, permen, sirup, roti, selai hingga makanan kalengan. Sangat jarang ditemukan bentuk segarnya.

Buah dengan nama latin Leachi chinensis ini memang cocok diolah sebagai bahan makanan atau minuman karena memiliki cita rasa yang manis dan mengandung banyak air. Selain lezat, buah ini juga punya banyak khasiat kesehatan. Salah satunya mencegah anemia.

Lantaran bisa diolah menjadi berbagai komoditas makanan olahan, peluang ekonomi membudidayakan tanaman asal China Selatan ini semakin menjanjikan.

Yulianis, salah satu pembudidaya buah leci asal Lamongan, Jawa Timur mengaku, sudah membudidayakan buah ini sejak tahun lalu. Ia tertarik membudidayakan buah ini karena prospek bisnisnya lumayan bagus. “Permintaan leci tinggi untuk dijadikan makanan olahan,” katanya.

Yulianis menanam leci di atas lahan seluas 300 meter persegi. Ia mengaku, baru sekali panen leci sejak penanaman pertama. Buah leci sendiri panen setiap setahun sekali.

Leci yang ia tanam adalah leci dataran rendah. Menurutnya, belum banyak budidaya leci dataran rendah di Indonesia. “Saya sendiri mendapat bibit leci dari Thailand,” katanya.

leci
Budidaya Leci Untung Sampai 30 Juta

Sekali panen, Yulianis bisa menghasilkan 400 kilogram (kg) buah leci. Ia langsung menyalurkan panen buah lecinya ke pengusaha makanan olahan di Surabaya. Buah leci mentah ini dihargai Rp 25.000 per kilogram (kg).

Setelah diolah menjadi makanan kaleng, harganya Rp 20.000 per kaleng ukuran 200 gram. Selain pengusaha makanan kaleng, ia juga memasok leci ke industri pembuatan sirup dan aneka olahan makanan lain di Surabaya, Bali, dan Lombok.

Dengan luasnya jangkauan pasar, sekali panen, ia bisa menghasilkan omzet sebesar Rp 50 juta. Yulianis menyebutkan, laba bersih budidaya leci sekitar 15%. Pendapatan itu belum termasuk hasil dari menjual bibit leci. Menurut Yulianis, sebagian pohon leci yang ia tanam dijual lagi ke pasar. Untuk bibit hasil cangkokan dengan ukuran 40 sentimeter (cm)–50 cm dihargai sebesar Rp 150.000 per batang.

Petani lain yang membudidayakan buah leci adalah Usman di Purworejo, Jawa Tengah. Ia menanam dua jenis leci, yakni leci lokal dan leci kom. Leci lokal memang diperuntukkan ditanam di dataran rendah. Sedangkan leci kom berasal dari dataran China.

Saat ini, Usman memiliki lahan budidaya seluas 1 hektare. Lahan tersebut bisa ditanami hingga 800–1.000 bibit pohon leci dengan jarak tanam 3 meter antar pohon. Sama seperti Yulianis, ia juga menjual buah leci dan bibit pohon leci.

Baca Juga :
Inilah Khasiat Dari Sawo Duren Yang Jarang Diketahui
Budidaya Paprika Hidroponik
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

Negera China yang menjadi asal dari buah leci ini mempunyai iklim subtropis. Karena beriklim beda dengan Indonesia, faktor utama yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman ini adalah kondisi cuaca.

Yulianis, pembudidaya leci asal Lamongan, Jawa Timur, mengatakan, penanaman leci sebaiknya dilakukan saat musim penghujan antara bulan November hingga Januari. Sebab, saat itu, suhu di sebagian wilayah Indonesia lebih rendah. “Tanaman leci itu tidak perlu mendapat air yang banyak, hanya cuacanya saja yang tidak boleh panas ekstrem, ” kata dia.

Menurut Yulianis, bibit leci dataran rendah asal Thailand lebih gampang beradaptasi dengan cuaca dan iklim di Indonesia, sehingga lebih mudah perawatannya. “Adanya rekayasa genetika beberapa tahun ini, banyak tanaman subtropis yang dapat dibudidayakan di daerah tropis, seperti arbei, wortel, apel, dan jeruk. Yang terpenting, ialah para petani harus jeli dalam membaca iklim dan tahu cara merawatnya.” kata Yulianis

Setelah ditanam, leci juga tetap perlu dipupuk agar cepat berbuah. Pupuk kandang atau pupuk kompos merupakan salah satu pupuk yang dapat mempercepat pertumbuhan pohon leci sendiri. Penggunaan pupuk kandang ini akan membantu mempercepat pertumbuhan bunga, sehingga cepat berbuah. Selain leci, Yulianis juga membudidayakan kelengkeng yang juga merupakan satu keluarga dengan buah leci. Ia bilang, perawatannya hampir mirip dengan penanaman kelengkeng.