Berbagai Macam Jenis Bangunan Greenhouse

Greenhouse 3

Bangunan untuk produksi tanaman umum disebut greenhouse atau rumah kaca atau rumah tanaman istilah terakhir muncul sejak pembangunan greenhouse tidak lagi menggunakan kaca, tetapi juga plastik dan fiberglass dengan alasan teknis maupun ekonomi. Rumah kaca umumnya dibangun di wilayah subtropis dan wilayah dengan empat musim. Bangunan ini diperlukan agar kegiatan bercocok tanam dapat dilakukan ketika temperatur cuaca mematikan bagi tanaman pertanian. Dengan rumah kaca, tanaman yang di dalamnya terlindungi dari temperatur lingkungan serta mendapatkan temperatur yang cukup untuk pertumbuhannya. Hal ini di karenakan cahaya matahari masih dapat menembus atap dan dinding rumah kaca, sedangkan panas yang dihasilkan dari elemen-elemen di dalam rumah kaca sulit ke luar dan terperangkap di dalam sehingga temperatur di dalam rumah kaca menumpuk dan mengimbangi temperatur dingin di luar sehingga memungkinkan bagi tanaman untuk hidup.
Tetapi, efek rumah kaca tidak dapat diterapkan di wilayah tropis karena temperatur yang meningkat akan mematikan tanaman yang didalamnya, mengingat bahwa temperatur lingkungan di wilayah tropis sudah cukup untuk pertumbuhan tanaman. Greenhouse yang dibangun di wilayah tropis umumnya tidak melindungi tanaman dari temperatur udara luar. Hal ini karena konstruksi tembok yang tidak kedap udara dan atap yang berventilasi, memungkinkan udara panas naik dan keluar dari greenhouse.Tetapi greenhouse ini mampu melindungi tanaman dari hujan dan serangan hama.
Bangunan untuk penyimpanan hasil pertanian
Penyimpanan bahan hasil pertanian telah dilakukan oleh manusia sejak 8000 tahun sebelum masehi pada saat manusia mulai menanam, sedangkan penyimpanan bahan pangan sudah dimulai sejak manusia melakukan budaya berburu dan mengumpulkan makanan untuk mencegah kelaparan ketika musim yang tidak diinginkan datang. Produk hasil pertanian secara luas, baik berupa hasil pertanian, perikanan, peternakan, maupun kehutanan memerlukan fasilitas penyimpanan sebelum diproses atau sebelum dijual. Maksud daya simpan dengan cara fisik yaitu buat mempertahankan kualitas dan mencegah kerusakan produk. Penyimpanan diperlukan karena berkaitan dengan tujuan pemasaran, yaitu menunggu hingga harga pasar baik untuk menjual hasil pertanian.

Jenis-jenis bangunan penyimpanan hasil pertanian :
Rumah pengepakan
Bangunan penyimpanan hasil pertanian dalam karung (gudang)
Bangunan penyimpanan hasil pertanian dalam bentuk curah (silo)
Bangunan penyimpanan kayu
Rumah beku untuk penyimpanan buah-buahan dan sayuran serta hasil peternakan
Gudang adalah suatu bangunan penyimpanan yang memiliki bagian-bagian konstruksi yang terdiri dari atap (penutup), dinding, dan lantai, membentuk suatu ruangan perlindungan yang cukup luas untuk menempatkan atau menyimpan berbagai macam barang atau komoditas. Definisi ini membedakan fasilitas penyimpanan yang lain seperti lumbung, peti, kotak, atau perlengkapan pengemasan lainnya. Gudang secara konstruksi tidak banyak berbeda dengan gedung yang bersifat statis dan memerlukan pondasi untuk memantapkan dan menstabilkan posisi dan kedudukan bangunan tersebut.
Penyimpanan hasil tanaman berupa biji-bijian dapat dilakukan secara curah atau karung. Bangunan penyimpan biji-bijian curah umumnya berbentuk lumbung atau silo berupa silinder tegak. Di Indonesia, yang saat ini digunakan adalah lumbung yang berbentuk rumah panggung persegi. Pada penyimpanan dengan sistem karung, biji-bijian dimasukan ke dalam karung dan disimpan di gudang secara berumpuk-tumpuk.
Sedangkan penyimpanan buah-buahan, sayur-sayuran, hasil ternak, dan hasil pertanian lainnya yang langsung membusuk akibat serangan mikroba dan jamur, umumnya disimpan di ruangan berpendingin.
Bangunan untuk penyimpanan bahan, alat, dan mesin budidaya pertanian
Jenis bangunan ini sangat penting dalam usaha tani skala besar dan komersial. Kondisi yang harus dipenuhi dalam konstruksi bangunan pertanian jenis ini adalah faktor keselamatan dan kesehatan kerja, mengingat bahwa bangunan ini berguna untuk menyimpan bahan-bahan yang diperlukan dalam kegiatan budidaya pertanian seperti benih, bahan-bahan kimia seperti pupuk, pestisida, dan bahan bakar serta alat dan mesin pertanian seperti traktor. Sebaiknya bangunan ini di lengkapi dengan fasilitas keselamatan seperti pemadam kebakaran pula pintu darurat. Konstruksi bangunan pun sebaiknya tahan api dan tidak mudah runtuh dalam kondisi apapun. Kepentingan fasilitas yang lain disesuaikan, misalnya untuk bangunan penyimpanan traktor dan implemennya, diperlukan pintu yang besar.
Bangunan pertanian yang lain
Dalam usaha tani komersial, biasanya ada banyak jenis bangunan pertanian karena banyaknya kebutuhan, misalnya infrastruktur jalan menuju ladang atau kandang, pagar, bendungan, dan sebagainya.

Advertisements

Empat Keuntungan Green House Menurut Joko Widodo

Plastik UV Greenhouse 6a

Empat Keuntungan Green House Menurut Joko Widodo ini merupakan pernyataan Joko Widodo saat masih menjadi gubernur DKI Jakarta pada Januari 2014. Saat itu Joko Widodo membangun green house khusus yang diperuntukkan bagi penghuni Rusunawa Maruda. Melalui green house tersebut penghuni rusun diberikan pekerjaan bertani di wilayah perkotaan. Dengan demikian penghuni rusun tidak hanya mendapatkan rumah setelah dipindahkan dari bantaran.

Green House Jokowi

Keuntungan Green House Menurut Jokowi
1. Hasil Dijual ke Pasar Tradisional, Banyak Juga Pembeli yang Datang Langsung
Green house Marunda yang diinisiasi oleh Joko Widodo pada awal tahun 2014 adalah kerjasama dengan para petani Hidroponik Marunda Hijau. Tanaman yang ditanam yaitu tanaman hidroponik seperti sawi-sawian, cabai, kol, selada, dan kalian. Setelah satu bulan, green house tersebut ternyata sudah dapat dipanen. Pemanenan dapat dilakukan setiap hari. Pada panen pertama dijual ke pasar tradisional, kelompok petani tersebut mendapatkan uang Rp.500.000. Padahal petani dapat memanennya setiap hari setelah satu bulan tersebut.

Akan tetapi ada hal yang lebih menarik, yakni banyak pembeli yang dating langsung ke lokasi green house untuk membeli sayur. Hal ini dikarenakan tidak hanya karena banyak warga ingin membeli langsung lebih murah ke petani, akan tetapi mereka juga ingin memastikan bahwa sayur yang dibeli adalah hasil tanaman green house. Sebab dengan greenhouse tanaman tidak lagi membutuhkan pestisida untuk membunuh ulat, dikarenakan dalam green house tanaman lebih aman dari potensi hadirnya kupu-kupu yang meneluarkan perkembangbiakan ulat. Dengan demikian hasil tanaman green house lebih sehat.

Kami melayani pemesanan plastik UV gren house, tersedia kandungan UV 6% dan 14%. Info lebih lanjut silahkan sms/call: 0852.3392.5564 – 0877.0282.1277 – 08123.258.4950.

2. Setiap Petani Rusun Marunda Untung 2,4 Juta dalam 1 Bulan
Dengan lahan terbatas, penghuni dan kelompok tani hidroponik rusun Marunda telah melakukan panen setiap hari setelah satu bulan. Hasil dari pertaniannya dijual di pasar tradisional dan masyarakat sekitar yang dating sendiri ke kelompok tani hidroponik Marunda. Hasilnya juga cukup menggembirakan, yakni setiap petani mengantongi keuntungan 2,4 Juta dalam satu bulan.

Dengan lahan yang terbatas tersebut green house telah memberikan penghasilan yang baik kepada petani kota. Hal ini tentu akan berdampak lebih hebat jika pertanian green house semakin popular tidak hanya untuk lahan yang sempit. Dan tentu saja lahan yang lebih luas berada di wilayah pedesaan.

3. Negara Bisa Makmur
Green house memang lebih mahal di awal, karena membutuhkan biaya yang lebih pada proses membangunnya. Akan tetapi proses perawatan lebih cepat dengan masa panen yang lebih cepat. Hal ini dikarenakan di dalam green house dapat diukur sendiri suhu, kelembapan udara, kehangatan atau persebaran energy dan keamanannya dari segala potensi penyakit. Jika green house diterapkan dalam skala yang lebih luas, dimana tidak hanya masyarakat perkotaan saja yang lahannya relative lebih sempit, maka kemakmuran petani bukan hal yang mustahil. Greenhouse dengan teknolgi dan bibit unggul yang lebih terjaga menjadi alternative bertani masyarakat kota. Tentu ini juga sangat solutif diterapkan di pedesaan yang lahan pertaniannya telah terpetak-petakan sesuai dengan pemiliknya yang kian bertambah.

4. Tak lagi Perlu Lagi Impor Sayur dan Buah
Green house dalam sekala sederhana di perkotaan saja telah memberikan hasik yang meyakinkan pada kualitas dan kuantitas yang dihasilkan. Bagaimana jika pertanian green house kemudain menjadi treen pertanian di banyak wilayah hingga pedesaan? Tentu saja seluruh hasil pertanian akan meningkat. Dan ini sangat berdampak pada swasembada Negara pada keseluruhan produk pertanian.
Demikian Empat Keuntungan Green House yang pernah disampaikan Jokowi pada awal tahun 2014, diambil dari berbagai situs portal berita nasional.
Baca juga  Cara Membuat Green House Sederhana.

Plastik uv untuk kolam ikan (pengganti terpal)

PLASTIK UV adalah plastik yang di gunakan sebagai atap rumah tanaman (Greenhouse) di mana fungsi plastik tersebut adalah mengindarkan atau menjaga tanaman dari guyuran air hujan dan radiasi sinar matahari secara berlebihan. Plastik UV juga bisa digunakan sebagai kolam ikan. (pengganti terpal)
Plastik tersebut juga mempunyai daya tahan yang kuat terhadap perubahan cuaca seperti panas dan hujan, tidak mudah sobek atau pecah sehingga menghemat biaya renovasi rumah tanaman (greenhouse)..
Namun terkadang bagi pehobi tanaman yang masih pemula atau lahannya terbatas akan menemui kesulitan dalam pembelian plastik UV di karenakan adanya min Order yang cukup banyak dari para penjual.
Untuk memenuhi kebutuhan minimum para pehobi tanaman,

Kami melayani Plastik Uv GreenHouse untuk info pemesanan bisa hubungi kami call/sms di 087703463868 – 081230598686 – 081553451269/ 031-8830487

Baca juga Apa itu Ultraviolet???

Rumah Kaca Greenhouse

Rumah kaca atau green house pada prinsipnya adalah sebuah bangunan yang terdiri atau terbuat dari bahan kaca atau plastik yang sangat tebal dan menutup diseluruh pemukaan bangunan, baik atap maupun dindingnya. Didalamnya dilengkapi juga dengan peralatan pengatur temperature dan kelembaban udara serta distribusi air maupun pupuk. Bangunan ini tergolong bangunan yang sangat langka dan mahal, karena tidak semua tempat yang kita jumpai dapat ditemukan bangunan semacam ini. Green house biasanya hanya dimiliki oleh Perguruan Tinggi atau lembaga pendidikan, Balai Penelitian dan perusahaan yang bergerak dibidang bisnis perbenihan, bunga dan fresh market hortikultura. Namun di negara-negara pertanian yang sudah maju seperti USA, Australia, Jepang dan negara-negara Eropa sebagian besar tanaman hortikulturanya ditanam di rumah kaca. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan greenhouse di mancanegara sudah umum dilakukan. Bahkan mungkin sudah berpuluh tahun sebelum negara kita mengadopsi tekhnologi tersebut.
Rumah kaca/green house yang digunakan di Indonesia sebagian besar digunakan untuk penelitian percobaan budidaya, percobaan pemupukan, percobaan ketahanan tanaman terhadap hama maupun penyakit, percobaan kultur jaringan, percobaan persilangan atau pemuliaan, percobaan hidroponik dan percobaan penanaman tanaman diluar musim oleh para mahasiswa , para peneliti, para pengusaha dan praktisi disemua bidang pertanian.
Green House sebagai Sarana Penunjang Agribisnis Hortikultura sangat Mendukung Upaya Peningkatan Produksi dan Kontinyuitas Produk
Sebenarnya ide awal untuk pembuatan bangunan green house di Indonesia dilatarbelakangi oleh kegiatan penelitian yang dilakukan lembaga penelitian maupun dunia pendidikan. Kegiatan penelitian yang dimaksud disini adalah kegiatan mencari jawaban atau mencari solusi / jalan keluar atau pemecahan terhadap suatu kasus. Sebagai contoh, bila kita ingin mencari uji ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit tertentu. Adanya green house yang mampu menciptakan iklim yang bisa membuat tanaman mampu berproduksi tanpa kenal musim ini ternyata juga mampu menghindarkan dari serangan hama dan penyakit yang tidak diujikan. Selain itu dengan adanya green house penyebaran hama dan penyakit yang diujicoba dapat dicegah . Hal ini berbeda dengan percobaan yang dilakukan di luar green house dimana dalam waktu yang sangat singkat hama dan penyakit dapat cepat menyebar luas karena terbawa angin maupun serangga.
Secara umum green house dapat didefinisikan sebagai bangun kontruksi dengan atap tembus cahaya yang berfungsi memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat berkembang optimal.
Manipulasi lingkungan ini dilakukan dalam dua hal, yaitu menghindari kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki dan memunculkan kondisi lingkungan yang dikehendaki.
Kondisi lingkungan yang tidak dikehendaki antara lain :
Ekses radiasi sinar matahari seperti sinar ultra violet dan sinar infra merah.
Suhu udara dan kelembaban yang tidak sesuai.
Kekurangan dan kelebihan curah hujan.
Gangguan hama dan penyakit.
Tiupan angin yang terlalu kuat sehingga dapat merobohkan tanaman.
Tiupan angin dan serangga yang menyebabkan kontaminasi penyerbukan.
Ekses polutan akibat polusi udara.

Sementara kondisi lingkungan yang dikehendaki antara lain :
Kondisi cuaca yang mendukung rentang waktu tanam lebih panjang.
Mikroklimat seperti suhu, kelembaban dan intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman.
Suplai air dan pupuk dapat dilakukan secara berkala dan terukur.
Sanitasi lingkungan sehingga tidak kondusif bagi hama dan penyakit.
Kondisi nyaman bagi terlaksananya aktivitas produksi dan pengawasan mutu.
Bersih dari ekses lingkungan seperti polutan dan minimnya residu pestisida
Hilangnya gangguan fisik baik oleh angin maupun hewan.

Baca juga Plastik UV Greenhouse

Mengenal Lebih Dekat Plastik UV

Plastik UV Greenhouse 5.JPG GH 1.jpg

Plastik UV (ultra violet) adalah plastik yg dilapisi bahan kimia spesifik, maka akan menahan sinar ultraviolet yg terlalu berlebihan tidak merusak tanaman. Untuk kepentingan kategori plastik yg umum di perdagangkan di negri kita, kategori plastik UV 6%, 8%, 12% & 14% bersama ketebalan sekitar 150-200 micron.

Angka-angka persen (%) itu berarti menunjukkan jumlahnya kandungan bahan kima yg ada, semakin banyak bahan kima, maka semakin banyak juga kemampuan plastik UV untuk menahan cahaya. Di sekitar greenhouse sebaiknya di pasang dinding pengaman. Dinding pengaman ini bermanfaat untuk melindungi tanaman dari bermacam macam kerusakan yg datangnya dari luar. yg sifatnya akan merugikan pertumbuhan tanaman. Contonya, mencegah masuknya serangga. Dinding pengaman ini yg umum di butuhkan adalah semacam screen, insect screen, jaring polynet, paranet (shading net).

Greenhouse ( rumah Tanaman)
sejenak kita membahas sehubungan greenhouse. mungkin saja ada sebagianpembaca masih tetap belum memahami apa sih greenhouse itu? Greenhouse yakni satu buah bangunan dengan kata lain yaitu rumah yg didesain sebegitu rupa untuk melindungi tanaman dengan memakai atap kaca atau plastik transparan, supaya bisa memberikan cahaya matahari yg maksimal.

Greenhouse biasanya di bangun pada ketinggian 500-1500 Mtr. meskipun pada ketinggian di bawah 500 Mtr. namun biasanya kurang maksimal produksinya. misalnya dalam penyiraman, pemberian nutrisi, akan semakin banyak volumenya di bandingkan dataran tinggi. ini di karenakan karena intensitas cahaya & suhu di dataran rendah semakin begitu banyak di banding dengan dataran tinggi. jadi evapotranspirasipun tinggi.

Atap serta sebagian dinding greenhouse rata rata ditutup dengan Plastik UV 12-14%, tebal 200 micron. (UV Plastic Follies)
Sebagian dinding di tutup dengan insectscreen.

Greenhouse dapat diterapkan buat pertanian serta perikanan, misalnya utk :
1. Pembibitan tanaman
2. Produksi sayuran buah serta daun
3. Tanaman hias, seperti bunga
4. Perikanan

*Baca juga Jual Plastik Sungkup, Plastik Bening, Sungkup Plastik Untuk Tanaman

 

Penggunaan Plastik UV Pada Rumah Bibit

Green House 9 Plastik UV Greenhouse 5

Kebun Bibit mempunyai peran penting dalam penyediaan stok bibit dan tanaman besar bagi kelangsungan Rumah Pangan Lestari (RPL) dalam Model Kawasan RumahPangan Lestari (MKRPL). Kebun Bibit MKRPL di lengkapi dengan rumah bibit (greenhouse) untuk pembibitan, sehingga dapat menghasilkan bibit yang sehat dalam waktu relatif cepat sesuai kebutuhan. Manfaat rumah bibit diantaranya adalah, agar persemaian berlangsung dengan kondisi iklim mikro yang terkendali untuk pertumbuhan tanaman. dengan cara mempertahankan suhu, memperhitungkan transmisi cahaya, mengatur kelembabanudara secara merata sesuai kebutuhan pertumbuhan tanaman. Selain itu juga berperan untuk melindungi tanaman, terutama bibit tanaman yang rentan terhadap pengaruh langsung hujan dan angin kencang yang sering berlangsung pada daerah tropis serta hama serangga.

Desain, bahan dan bangunan rumah bibit harus dapat bertahan untuk jangka waktu lama, untuk itu rumah bibit yang dibangun harus terletak pada lahan datar yang tidak ternaungi, menggunakan tipe Tunnel (lorong setengah lingkaran denganatap berbentuk melengkung kebawah serta struktur busur dengan ke-2 kaki terpendam ketanah sehingga dapat menyangga dan menahan bangunan lebih kuat), ventilasi alamiah untuk mengontrol suhu menggunakan jala denganlobang berukuran kecil (screen) pada dinding dan pintu sehingga mampu menahan serangga atau hama tanaman, serta dilengkapi dengan springkle air yang di operasionalkan pada siang hari.

Agar dapat mempertahankan kelembaban udara dalam rumah bibit antara 60% sampai 80% ketika sinar matahari sangat panas masuk kedalam rumah bibit serta suhu pada rentang 28 – 38°C. Untuk mengetahui kondisi stabilitas suhu dan kelembaban, di dalam rumah bibit dilengkapi dengan alat digital thermo-hygro untuk mengukur suhu dan kelembaban udara, sehingga pengelola kebun dapat mengontrol kondisi di dalam rumah bibit. Kerangka menggunakan besi stall dengan ukuran yang di sesuaikan kondisi luas lahan. Rak persemaian menggunakan kawat wermes anti karat ukuran 2 cm x 2 cm. Atap rumah bibit menggunakan bahan dari plastik Ultra Violet (UV) 14%.

Aliran udara secara almiah dari dinding atau pintu menimbulkan pertukaran udara di dalam sedangkan pantulan radiasi sinar matahari yang masuk melalui plastik UVmenimbulkan terjadinya perubahan panjang gelombang dari radiasi gelombang pendek matahari yang masuk memanaskan lantai dan permukaan dalam, lalu dipancarkan kembali dalam bentuk gelombang panjang ke atap dan dinding, selanjutnya olah atap UV, sebagian di pantulkan kembali ke dalam rumah bibit. Perubahan pantulan panjang gelombang ini mempengaruhi iklim mikro yang berbeda dengan lingkungan luar.

Baca juga Plastik UV GREEN HOUSE

 

Tentang Plastik UV Green House

Plastik UV Green House 1

Plastik UV (ultra violet) adalah plastik yg dilapis bahan kimia spesifik, jadi bakalan menahan cahaya ultraviolet yg terlalu berlebih tidak dengan mengacaukan tanaman. Buat kepentingan kelompok plastik yg umum diperdagangkan di negri kita adalah kelompok plastik UV 6%, 8%, 12% & 14%, berbarengan ketebalan sekitar 150-200 micron.

Angka-angka prosen (%) itu bermakna menunjukkan jumlahnya kandungan bahan kima yg ada, semakin banyak bahan kima ada, semakin agung juga kemampuan plastik UV utk menahan cahaya. Di sekitar greenhouse baiknya diaplikasikan dinding pengaman. Dinding pengaman ini bermanfaat membuat perlindungan tanaman dari bermacam macam kesukaran yg datangnya dari luar, yg sifatnya akan merugikan perkembangan tanaman. Contonya, menghindar masuknya serangga. Dinding pengaman ini yg umum diperlukan adalah semacam screen, insect screen, jaring polynet, paranet (shading net), jadi nantinya.

Greenhouse (Tempat Tinggal Tanaman)
Sesaat kita membahas sehubungan greenhouse, mungkin saja saja ada sebahagian pembaca masih tetap belom memahami, apa sich greenhouse itu? Greenhouse yakni yaitu satubuah bangunan dengan kata lain tempat tinggal yg didesain sebegitu rupa buat menaungi tanaman dgn memakai atap kaca atau plastik transparan supaya mampu memberikan sinar matahari yg maksimal, begitu banyak dan yg menyebutkan screenhouse.

Greenhouse biasanya di bangun pada ketinggian 500-1500 Mtr. dpl, meskipun pada ketinggian dibawah 500 mtr. dpl masih tetap mampu, namun biasanya kurang maksimal produksinya, misalnya dalam penyiramanperpemberian nutrisi akan semakin banyak volumenya di banding berbarengan dataran tinggi, ini dikarenakan intensitas penyinaran & suhu didataran rendah semakin begitu banyak di banding dgn dataran tinggi, jadi evapotranspirasipun tinggi.

Atap serta sebahagian dinding greenhouse rata rata ditutup berbarengan Plastik UV 12-14%, kandel 200 micron. (UV Plastic Follies)
Sebahagian dinding ditutup dgn insectscreen.

Greenhouse dapat diterapkan buat pertanian serta perikanan, misalnya utk :
a. Pembibitan tanaman
b. Produksi sayuran buah serta daun
c. Tanaman hias, seperti bunga
d. Perikanan peraquatic plant.