5 Trik & Tips Jitu Budidaya Paprika Dengan Plastik UV, Dijamin Ciamik

Paprika-2-e1507783642359

Paprika yaitu tanaman penghasil buah yang memiliki rasa manis serta terdapat sedikit rasa pedas. Tanaman paprika sendiri termasuk jenis tanaman dari suku Solanaceae, pertama kali tanaman ini populer di wilayah Amerika Selatan. Buah paprika memiliki warna hijau ketika masih muda, ketika sudah tua menjadi warna kuning, ungu ataupun warna merah. Di Indonesia, tanaman ini masih jarang dibudidayakan tetapi hal tersebut bisa dijadikan sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Meski sekarang ini tanaman paprika masih belum cukup terkenal, tetapi nyatanya banyak dipakai untuk salah satu bahan masakan sayuran khas dari Indonesia, jadi peluang untuk mengembangkan usaha di sektor komoditas paprika di negara Indonesia sekarang ini sangat terbuka lebar.

Tak hanya memiliki nilai jual yang sangat baik, tetapi permintaan pasar akan paprika ini juga terus semakin naik, khususnya permintaan dari restoran mewah ataupun hotel-hotel. Oleh karena itu Anda bisa manfaatkan dengan mengembangkan tanaman paprika untuk memasok keperluan pasar yang makin hari semakin bagus. Berikut ini cara budidaya paprika di greenhouse dengan baik dan benar.

1. Lokasi Tanam

Lahan yang cocok untuk membudidayakan tumbuhan paprika ini yaitu di wilayah dataran tinggi yang memiliki tingkat kelembaban udara yang cukup rendah. Suhu dingin sekitar 15-25 derajat celcius diketahui sangat cocok untuk membudidayakan tanaman paprika ini.

Tujuannya dari cara tersebut supaya bisa menghindari hama serta serangan penyakit pada tanaman paprika, karena gangguan hama serta penyakit akan semakin meningkat bila tanaman paprika ditanamkan di dataran rendah dan memiliki suhu tinggi. Lokasi pada ketinggian sekitar 750mdpl diyakini untuk tempat lahan tanaman yang sangat pas dan cocok.

Baca Juga :

2. Persiapan Lahan

Jika Anda sudah memilih lahan di lokasi yang cocok, jadi sekarang waktunya Anda mulai mengerjakan lahannya supaya siap untuk ditanami. Jika masih dikhawatirkan akan terjadi turunnya hujan, maka proses penanaman tanaman paprika ini disarankan untuk memakai teknik greenhouse serta sistem hidroponik supaya hasil panen paprika menjadi lebih maksimal dan optimal.

Teknik budidaya seperti ini memang sangat efisien karena batang pohon ataupun buah paprika sangatlah sensitif pada lingkungan alam, jadi bila terkena air hujan tanaman paprika bisa busuk. Membuat sebuah greenhouse memang diperlukan biaya tambahan yang sedikit besar, jika dibandingkan dengan mengolah lahan tanah dengan langsung, tetapi apabila dengan hasil metode ini pastinya ketika panen nanti bisa maksimal dan keuntungan akan meningkat juga.

Pembuatan greenhouse yang bisa Anda usahakan dengan biaya yang kurang memadai yaitu memakai bahan dari plastik UV. Plastik ini memang sangat cocok dan murah bila dibandingkan dengan plastik yang lain. Untuk kualitas tentu plastik UV ini sudah terjamin, karena kandungan yang ada dalam plastik tersebut sudah teruji cara kerjanya, plastik uv yang Anda pasangkan ke greenhouse akan mengatur suhu rungan dan menjaga paprika Anda tetap aman dan terjaga mutunya. Selanjutnya untuk media yang dipakai untuk menanam paprika yaitu bisa dengan arang sekam.

3. Cara Penanaman

Untuk cara menanam paprika ini terbagi menjadi beberapa tahap. Yang pertama yaitu menumbuhkan bibit paprika menjadi kecambah. Bibit akan tumbuh menjadi kecambah yaitu sekitar 1 minggu, selanjutnya Anda letakkan paprika tersebut ke dalam polybag kecil sampai daunnya tumbuh sekitare 2-3 helai. Proses tersebut akan memakan waktu sekitar kurang lebih 2 minggu lamanya.

Kemudian Anda bisa memindahkan paprika ke wadah yang sebenarnya, yaitu polybag besar yang mempunyai ukuran sekitar 30cm x 35cm. Yang paling penting untuk Anda perhatikan mengenai tata cara tanam ini yaitu Anda harus sangat berhati-hati ketika memindahkan bibit paprika supaya daun serta akarnya tak jadi rusak. Kemudian, Anda juga perlu memelihara tanaman paprika Anda secara baik dan benar.

4. Pemeliharaan dan Perawatan

Supaya tanaman paprika tumbuh subur, maka harus disiram air serta diberi pupuk secara rutin. Pupuk yang dipakai yaitu pupuk cair ataupun pupuk encer. Selanjutnya bila tanaman sudah berbunga, Anda harus menyortir dengan mengeliminasi beberapa bunga yang sudah tumbuh sampai menyisakan 1 bunga terbaik di setiap 1 pohon paprika. Sesudah buah paprika agak tua jadi bisa Anda laksanakan proses panen.

5. Pemanenan

Pemanenan tanaman paprika bisa dilaksanakan ketika berumur sekitar 60 hari sesudah masa tanam. Umur pemanenan bisa lebih cepat jika permintaan pasar yaitu buah paprika warna hijau. Buah paprika hijau bisa dipanen ketika buah sudah tua tetapi belum matang. Ciri dari buah hijau siap panen yaitu daging buah tebal, keras, memiliki warna hijau tua, buah gampang lepas dari tangkai, sehat, tak ada cacat serta terbebas dari hama penyakit. Jika permintaan yaitu buah paprika warna merah, kuning ataupun ungu buah paprika bisa dipanen sesudah matang.

Ciri-ciri untuk buah paprika yang sudah matang dan siap untuk dipanen yaitu daging buah yang cukup tebal, warnanya merata, sehat serta terbebas dari penyakit. Untuk proses pemanenan dikerjakan ketika pagi hari. Buah dipetik secara bersamaan dengan tangkainya serta pemanenan bisa dikerjakan setiap 2-3 hari 1 kali. Ketika budidaya pengerjaan dengan cara yang tepat dan sesuai maka untuk 1 tanaman paprika mampu menghasilkan sekitar 1kg–2kg buah, bisa juga lebih tergantung dengan cara perawatan serta kondisi tanaman.

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Plastik UV untuk pembuatan green house atau untuk budidaya tanaman atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 1 ton
– Kandungan UV protektor 5%, jika minta kandungan UV diatas 5% akan dikenakan harga untuk kenaikan tiap 1% nya Rp 500,-/kg
– Harga netto ( tidak termasuk PPN )
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim Ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Advertisements

Greenhouse Tempat Budidaya Paprika Hidroponik

PERSEMAIAN

Nyaris sama juga dengan komoditi yang lain, komoditi paprika dengan system hidroponik juga dikerjakan pembibitan terlebih dulu. Periode pembibitan awal dari system dari bercocok tanam yang begitu utama lantaran bakal memastikan sukses tidaknya tanaman pada saat produksi.

A. Persiapan

Fasilitas, alat, serta bahan yang perlu disiapkan yaitu Nursery, Tray semai/wadah, Benih (contoh benih paprika yang ada seperti spertacus F1, Goldflame F1, Kelvin F1), Media semai (Rockwool-Grodan/Sekam bakar, dan lain-lain), Thermometer serta Hygrometer, Pinset, Ruangan semai/almari semai serta Alat semprot (hand sprayer).

tomat-hidroponik

B. Aspek yang Memengaruhi

Terdapat banyak aspek yang memengaruhi kesuksesan dalam persemaian/pembibitan diantaranya kwalitas benih, type media yang dipakai, suhu serta kelembapan, intensitas sinar serta tehnis pembibitan.

A. Sanitasi Greenhouse

Aktivitas ini adalah aktivitas untuk bersihkan greenhouse dari rumput atau bekas tanaman yang lain, sampah serta benda-benda yang lain yg tidak dikehendaki.

B. Sterilisasi Greenhouse

Sterilisasi dikerjakan dengan maksud untuk bersihkan semua greenhouse dari mikroorganisme (telur/larva, virus, bakteri serta fungi) yang bisa merugikan tanaman.

PERSIAPAN TANAM

• Sebelumnya media diletakkan, terlebih dulu media dimasukkan dalam plastik slab atau     pot.
• Apabila memakai plastik slab, ukuran yang umum dipakai yaitu 100 x 25 cm apabila memakai polybag, ukurannya 35 x 40 cm
• Media yang umum dipakai yaitu sekam bakar, rockwool-grodan atau cocopeat.
• Plastik mulsa dipasang pada permukaan bedengan atau dibawa slab agar kar tanaman tak kerancuan/masuk dalam tanah.
• Lalu media itu diatur di dalam greenhouse sesuai sama jarak tanam yang dikehendaki (di Lembang standard antar bedengan ± 140 cm serta antar tanaman ± 50cm
• Buat lubang tanam dengan diameter ± 15 cm pada permukaan slab (bila memakai system slab)

paprika hidrrooponik

PENYIRAMAN DAN PEMUPUKAN

Pemupukan serta Penyiraman (fertigasi) pada budidaya system hidroponik biasanya dikerjakan dengan cara berbarengan. Tehnis fertigasi dapat dikerjakan dengan manual atau system irigasi tetes (drip irrigation sistem), namun yang paling baik untuk fertigasi yaitu dengan system irigasi tetes yang berkwalitas baik dengan hal tersebut fertigasi dapat rata, tenaga kerja tidaklah terlalu banyak, menghemat saat (kurun waktu singkat dapat menyiram tanaman dalam jumlah yang banyak)

Baca Juga :
Usaha Leci, Rasakan Manis Gurihnya Keuntungan!
Budidaya Paprika Hidroponik
Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah
Unik! Buidaya Cabai Rainbow “Pedas”nya Kecantikan Cabai

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Mencegah serta pengendalian bisa dikerjakan lewat cara :
• Melindungi kebersihan, buang bekas tanaman/gulma jauh dari tempat greenhouse/masuk bak sampah serta dibakar.
• Sterilisasi greenhouse (pakai lysol, formalin, serta pestisida) ini mesti dikerjakan tiap-tiap awal musim tanam/sebelumnya tanam diawali.
• Menempatkan bak disenfeksi kaki untuk menghindar masuknya telur/larva hama serta patogen penyakit yang terbawa oleh alas kaki.
• Memakai varietas yang resisten
• Tanaman yang terkena penyakit (virus, bakteri) dimasukkan ke kantong/karung plastik lantas buang jauh dari tempat greenhouse/dibakar.
• Biologis, dengan memakai musuh alami (predator), namun langkah tersebut di Indonesia masihlah tidak sering dikerjakan.
• Pakai susu skim (kandungan protein minimum 35%) dengan konsentrasi 100 gr/1 liter airuntuk hindari terjadinya penularan virus ketika miwil (prunning)
• Kimiawi (pestisida), ini bakal jadi bagus bila pemakaiannya pas dalam penentuan type, konsentrasi serta volume semprot. Selain itu dapat memiliki dampak kurang baik bila dalam pemakaiannya salah. Untuk hindari terjadinya kekeliruan, membutuhkan pengetahuan tehnis serta alat (nozzle) kwalitas tinggi.
• Kerjakan pengendalian berbarengan dengan kebun di sekitar (kebun tetangga) agar ingindalian hama serta penyakit mungkin saja semakin lebih efisien
Satu hal butuh di perhatikan dampak pestisida pada kesehatan petani, customer, serta lingkungan. Untuk hindari hal itu mesti memakai pengaman seperti jas/baju semprot, sarung tangan, masker, kacamata serta pengaman yang lain.